spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

15 Hari Pencarian, Operasi SAR Korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Resmi Ditutup

KUPANG — Badan SAR Nasional (Basarnas) resmi menutup operasi pencarian satu warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Operasi SAR ditutup setelah berlangsung selama 15 hari sejak insiden terjadi pada 26 Desember 2025.

“Iya benar, ditutup per hari ini,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Fathur Rahman selaku SAR Mission Coordinator (SMC), saat dihubungi dari Kupang, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, penutupan operasi SAR dilakukan secara resmi oleh Bupati Manggarai Barat Edi Stasius Endi, bertempat di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Menurut Fathur Rahman, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian intensif selama 15 hari berturut-turut terhadap empat korban yang dinyatakan tenggelam dan hilang akibat kecelakaan kapal tersebut. Selama periode pencarian dari 26 Desember hingga 9 Januari, tim berhasil menemukan tiga korban dalam kondisi meninggal dunia.

Korban pertama ditemukan pada Senin (29/12) sekitar pukul 06.05 WITA, berjarak sekitar 900 meter dari titik duga lokasi tenggelamnya kapal. Korban tersebut merupakan seorang perempuan WNA asal Spanyol.

Korban kedua ditemukan pada hari ke-10 pencarian, Minggu (4/1), oleh tim SAR gabungan. Jasad korban terkonfirmasi sebagai Fernando Martin Carreras, pelatih tim B Sepak Bola Wanita Valencia, Spanyol. Ia ditemukan pukul 08.47 WITA dengan jarak sekitar 1,13 nautical mile atau kurang lebih dua kilometer dari titik duga tenggelamnya KM Putri Sakinah.

Pada hari ke-12 operasi SAR, Selasa (6/1), tim SAR gabungan kembali menemukan satu jasad korban berjenis kelamin laki-laki. Setelah dilakukan proses identifikasi, korban dipastikan berusia 10 tahun dan merupakan anak dari Fernando Martin Carreras.

Sementara itu, satu korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan adalah Martines Ortuno Enriquejavier dan dinyatakan hilang.

Fathur Rahman menegaskan, tim SAR gabungan telah mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang tersedia, mulai dari perluasan area pencarian, penambahan peralatan sonar, penambahan tim penyisiran dan penyelam, hingga pengerahan alat utama (alut) secara maksimal. Namun hingga hari ke-15, satu korban WNA Spanyol tersebut belum berhasil ditemukan.

“Namun apabila di kemudian hari terdapat tanda-tanda penemuan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali. Terima kasih kepada seluruh Tim SAR Gabungan yang telah bersinergi dalam satu tujuan kemanusiaan ini,” tutupnya. (ant/KS)

Most Popular