SOE – Sebanyak 176 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Kuatae, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang terdampak bencana tanah longsor pada 21 Maret 2025 akhirnya mendapat kepastian pembangunan rumah layak huni dar i Pemerintah Kabupaten TTS.
Bencana longsor yang terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut menyebabkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Sebagian besar korban merupakan petani dan buruh yang bergantung pada lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pasca kejadian, para korban diungsikan ke GOR Nekmese di bawah pengawasan BPBD Kabupaten TTS. Pemerintah menyediakan fasilitas MCK serta kebutuhan logistik, sementara sejumlah pihak turut memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai dan kebutuhan lainnya.

Setelah bertahan cukup lama di pengungsian dan masih dibayangi trauma akibat bencana, Pemerintah Kabupaten TTS akhirnya mengusulkan anggaran pembangunan rumah layak huni bagi para korban. Usulan tersebut telah disepakati bersama DPRD untuk direalisasikan pada tahun 2026.
Komitmen tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap korban sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait kepastian penanganan pascabencana.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD TTS, Yerim Yos Fallo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten TTS atas kepastian tersebut dalam rapat paripurna dengan agenda pembahasan pembangunan daerah, Rabu (4/3/2026).

Sebagai anggota DPRD TTS dari Daerah Pemilihan 1, ia mengaku telah menyampaikan langsung kepada warga Desa Kuatae bahwa pemerintah telah berkomitmen membangun rumah layak huni bagi mereka.
“Suara dari masyarakat Desa Kuatae mengucapkan terima kasih karena sudah ada kepastian mengenai pembangunan rumah layak huni bagi mereka,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi I DPRD TTS itu juga meminta ketegasan pemerintah agar proses pembangunan dapat dilakukan secara paralel sehingga kebutuhan mendesak para korban bisa segera terjawab.
Dengan adanya kepastian pembangunan pada 2026, diharapkan para korban longsor Desa Kuatae dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan memulai kehidupan baru secara lebih layak. (Sys/ST)

