spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BP3MI Fasilitasi 100 Mahasiswa Kupang Akses Peluang Karier Global

KUPANG – Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memfasilitasi 100 mahasiswa dari 13 perguruan tinggi di Kota Kupang untuk mengenal lebih jauh peluang karier di tingkat global.

Kegiatan yang berlangsung Rabu (17/9/2025) itu dikemas dalam bentuk sosialisasi dan konsultasi, dengan tujuan memberi informasi yang akurat, transparan, dan edukatif mengenai kesempatan kerja di luar negeri secara aman dan legal. “Kami ingin generasi muda mendapat pengetahuan yang benar tentang dunia kerja global, sehingga bisa memanfaatkannya secara optimal,” kata Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI NTT, Muhammad Geo Amang.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BP3MI NTT dengan GIZ Indonesia (Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Jerman) melalui Move-ID Mataram. Geo menjelaskan, NTT saat ini menjadi salah satu penyumbang pekerja migran terbesar di Indonesia, berada di urutan ke-8 secara nasional. Namun, masih banyak pekerja migran asal NTT yang berangkat nonprosedural dan bekerja di sektor informal.

“Kondisi ini perlu diperbaiki. Mahasiswa sebagai generasi muda yang berpendidikan tinggi punya kompetensi lebih untuk masuk ke sektor formal di luar negeri, yang jelas lebih potensial,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi pekerja migran asal NTT untuk lebih banyak menembus sektor formal.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi edukasi dari BP3MI dan Move-ID Mataram. Mereka juga mengikuti sesi konsultasi yang dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengidentifikasi potensi masing-masing, termasuk kecocokan dengan negara tujuan.

Berdasarkan data BP3MI NTT, remitansi atau kiriman uang dari pekerja migran asal NTT hingga Agustus 2025 telah mencapai Rp57,42 miliar. Angka itu menunjukkan besarnya kontribusi pekerja migran terhadap perekonomian daerah, sekaligus menjadi dorongan agar penempatan pekerja migran semakin terarah dan legal. (ant/ST)

Editor: Agus S

Most Popular