spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kasus DBD di Manggarai Barat Turun Drastis, Dinkes Fokuskan Pengendalian di Dua Kecamatan

Labuan Bajo, NTT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Barat mencatat penurunan signifikan kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2025. Hingga 6 November 2025, total kasus DBD tercatat sebanyak 96 kasus, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 584 kasus.

“Artinya terjadi penurunan sebanyak 488 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan keberhasilan berbagai langkah pencegahan dan pengendalian DBD yang dilakukan bersama seluruh pihak,” kata Kepala Dinkes Manggarai Barat, Adrianus Ojo, dihubungi di Labuan Bajo, Kamis (6/11/2025) malam.

Meski demikian, Ojo mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena puncak penularan DBD biasanya terjadi pada musim hujan yang menjadi waktu ideal bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab DBD.

Berdasarkan hasil analisis penyebaran kasus, sekitar 85,4 persen dari total kasus DBD di Manggarai Barat terkonsentrasi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Komodo dan Kecamatan Lembor. Kecamatan Komodo mencatat 68 kasus (70,8 persen), sementara Kecamatan Lembor terdapat 14 kasus (14,6 persen). Delapan kecamatan lainnya, seperti Boleng, Welak, Mbeliling, Lembor Selatan, Macang Pacar, Kuwus, dan Sano Nggoang, hanya mencatat kasus dengan angka rendah.

“Kami menerapkan strategi pengendalian berbasis diferensiasi prioritas, yaitu fokus pada wilayah dengan risiko tertinggi agar penggunaan sumber daya seperti dana, tenaga, dan logistik menjadi lebih efisien dan efektif,” ujar Ojo.

Strategi tersebut meliputi penggalakan gerakan 3M plus (menguras, menutup, mendaur ulang) secara serentak dan intensif, terutama di Kecamatan Komodo dan Lembor. Dinkes juga memperkuat sistem deteksi dini dengan penyelidikan epidemiologi dalam waktu 1×24 jam di dua wilayah tersebut, disertai tindakan fogging selektif bila diperlukan.

Selain itu, peran juru pemantau jentik (jumantik) diaktifkan kembali di setiap rumah, serta melibatkan instansi pendidikan, sektor pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, dan tokoh masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.

Ojo memastikan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di Manggarai Barat siap menangani pasien dengan gejala DBD. Sistem rujukan ke rumah sakit juga telah disiapkan jika pasien membutuhkan perawatan lanjutan.

“DBD memiliki potensi menimbulkan kejadian luar biasa, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami demam tinggi mendadak. Jangan menunda pengobatan,” tegas Ojo. (ant/ST)

Editor: Agus S.

Most Popular