spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Festival Amanuban 2025 Resmi Dibuka, Angkat Semangat Kepahlawanan Meo-Meo

SOE, TTS – Festival Amanuban Tahun 2025 resmi dibuka oleh Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Jordan Betty, S.Sos, di Lapangan Boybalan, Niki-Niki, Senin (10/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung tiga hari, 10–12 November 2025, mengusung tema “Merawat Ingatan, Merajut Kedaulatan dan Identitas Bangsa”. Festival ini merupakan kolaborasi antara Perkumpulan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT.

Acara pembukaan menampilkan ritual adat Cabut Bambu (Bok’o Siki) dan drama singkat siswa SMK Kristen Niki-Niki yang mengisahkan kelahiran Raja Louis Nope serta kemenangan perang Penfui—dua momen penting dalam sejarah Kerajaan Amanuban.

Turut hadir mantan Bupati ke-5 TTS Welem Nope, perwakilan Kejari TTS, Camat Amanuban Tengah, Danramil 1621/02 Amanuban Tengah, Bhabinkamtibmas Amanuban Tengah, para Usif Amanuban, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kadis DPMPTSP Jordan Betty menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang dinilainya sebagai momentum penting untuk mengenang sejarah dan memperkuat identitas budaya lokal.
“Pemerintah Kabupaten TTS sangat menghargai ide ini karena momen ini mengingatkan kita pada kisah penting Kerajaan Amanuban,” ujarnya.

Jordan berharap festival tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi bagian dari upaya bersama menjaga warisan budaya daerah. “Semoga kegiatan ini menjadi catatan baru bagi Kabupaten TTS dalam perjuangan yang sama menjaga kelestarian budaya,” tambahnya.

Ketua Panitia Festival Amanuban, Pina Ope Nope, menjelaskan kegiatan tahun ini difokuskan pada tema kepahlawanan Meo-Meo Amanuban — para pejuang tradisional yang berperan besar dalam sejarah perlawanan rakyat Amanuban.
“Dalam lomba Bonet dan Natoni, syair-syair yang dibawakan berbicara tentang semangat dan perjuangan mereka,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Amanuban, tokoh adat, agama, dan pemuda untuk bersama menjaga dan melestarikan kegiatan budaya ini.
“Saya berharap Festival Amanuban terus didukung agar semangat budaya ini hidup dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (Sys/ST)

Editor: Agus S

Most Popular