SOE, TTS – Dinas Pendidikan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Program Pembelajaran Pendidikan Keaksaraan dan Pendidikan Kesetaraan bagi para pengelola dan tutor PKBM, SKB, serta Rumah Pintar se-Kabupaten TTS. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 14–15 November 2025, di Aula SMP Negeri 3 SoE dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai satuan pendidikan nonformal.
Bimtek ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi tutor, memperkuat tata kelola lembaga, serta memastikan layanan pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan TTS, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), serta fasilitator Kurikulum Merdeka.
George Ch. Tapatab, ST, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, menyampaikan materi mengenai kebijakan dan regulasi pendidikan formal serta pentingnya pemahaman aturan untuk mewujudkan pengelolaan program yang akuntabel dan sesuai standar.
Sekretaris Dinas Pendidikan TTS, Yohanis A. Manu, S.Sos, memberikan materi Manajemen PKBM Berbasis Mutu, menekankan pentingnya tata kelola lembaga yang profesional, transparan, dan berorientasi pada mutu layanan.
Dua narasumber BPMP, Basilius A. W. Wirawan, S.Kom, MT, dan Semuel Kaseh, S.Kom, memaparkan materi tentang Siklus Penjaminan Mutu (PPEPP) serta Perencanaan Berbasis Data. Keduanya mendorong agar kebijakan dan program satuan pendidikan nonformal disusun berdasarkan data yang akurat dan analisis kebutuhan nyata masyarakat.
Materi penutup disampaikan Beny Okran Neonane, S.Si, Gr, Fasilitator Kurikulum Merdeka, yang membahas penyusunan Rencana Pembelajaran Individual (RPI) sebagai pendekatan pembelajaran adaptif yang berpihak pada peserta didik, khususnya dalam program kesetaraan.
Melalui Bimtek ini, Dinas Pendidikan TTS berharap seluruh PKBM, SKB, dan Rumah Pintar dapat meningkatkan mutu layanan pembelajaran, memperkuat tata kelola lembaga secara profesional, dan memperluas dampak pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta agar menerapkan materi yang telah diterima demi mewujudkan satuan pendidikan nonformal yang semakin berdaya, bermutu, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (Sys/ST)

