spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dispora TTS Berikan 60 Ayam Petelur untuk Dukung Kemandirian Pemuda Disabilitas

SOE, TTS – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Timor Tengah Selatan memberikan perhatian khusus bagi pemuda penyandang disabilitas melalui program pemberdayaan ekonomi yang digelar bekerja sama dengan Komite Penyandang Disabilitas (KIPDA) TTS. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di kediaman Ketua KIPDA Shanu Herison Nuban itu, Dispora menyerahkan 60 ekor ayam petelur lengkap dengan pakan dan vitamin untuk 30 pemuda disabilitas.

Ketua KIPDA TTS, Shanu Herison Nuban, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan penuh yang diberikan Dispora kepada lembaganya. Ia mengaku baru kali ini KIPDA diberi mandat penuh untuk mengelola kegiatan mulai dari pengadaan ayam hingga perlengkapan pendukung.

“Biasanya kami hanya diminta kasih nama peserta saja. Tapi kali ini Dispora percayakan kami untuk melakukan kegiatan, mulai dari membeli ayam, pakan, hingga vitamin. Kami ucapkan terima kasih,” ujarnya.

Kepala Dispora Kabupaten TTS, Wilgo Nenometa, yang membuka kegiatan tersebut pada Sabtu (15/11/2025), menjelaskan bahwa bantuan ayam petelur ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi maupun peningkatan ekonomi pemuda penyandang disabilitas.

“Ayam yang dibagikan ini sudah memasuki fase siap bertelur. Telurnya bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein atau dijual untuk menambah pendapatan,” jelasnya.

Wilgo juga memastikan bahwa Dispora akan terus memperkuat kolaborasi dengan KIPDA TTS. Ia menegaskan bahwa pemuda disabilitas akan mendapat prioritas untuk mengikuti berbagai pelatihan yang digelar Dispora, termasuk pelatihan pangkas rambut, dekorasi, fotografi, salon, hingga pertukangan.

“Saat ini ada pelatihan salon. Bagi pemuda disabilitas yang mau ikut, saya kasih kuota khusus. Hubungi Pak Kabid Pemuda untuk mendaftar. Selain mendapat skill, nanti dapat bantuan peralatan makeup,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pelatihan bidang pemuda hanya diperuntukkan bagi peserta berusia 16 sampai 30 tahun.

“Dispora lewat Bidang Pemuda hanya bisa mengurus pemuda. Kalau bukan pemuda, tidak bisa ikut pelatihan yang digelar bidang pemuda,” tegasnya.

Program pemberdayaan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan kemandirian ekonomi pemuda penyandang disabilitas di Kabupaten TTS, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi mereka untuk memperoleh keterampilan dan penghasilan mandiri. (Sys/ST)

Most Popular