spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tiga SMA di Amanatun Genjot Kompetensi Guru Lewat IHT Deep Learning

SOE, TTS – Tiga sekolah menengah atas di wilayah Amanatun—SMA Negeri Ayotupas, SMA Negeri Kokbaun, dan SMA Negeri Bokong—menggelar In House Training (IHT) Pembelajaran Mendalam bertema “Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Deep Learning”. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu (20–22 November 2025), di Aula SMA Negeri Ayotupas, Desa Snok, Kecamatan Amanatun Utara.

Sebanyak 65 guru mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 33 guru SMA Negeri Ayotupas, 17 guru SMA Negeri Bokong, dan 15 guru SMA Negeri Kokbaun. Pada hari pertama, materi difokuskan pada penguatan konsep pembelajaran mendalam dengan pemateri Drs. Jermias Paulus Pelle, M.Pd, yang membawakan topik keterampilan berpikir kritis serta penggunaan teknologi, dan Yacob A. N. Selan, S.Pd., M.Si yang memaparkan strategi pembelajaran mendalam.

Hari kedua diisi oleh Ronisius Otu, S.Pd., M.Pd, dengan pembahasan strategi pengelolaan kelas, pengembangan kurikulum, serta penyusunan perangkat pembelajaran seperti ATP dan modul ajar. Materi keenam kemudian diperdalam lagi pada hari ketiga melalui sesi pendampingan intensif penyusunan ATP dan modul ajar.

Kepala SMA Negeri Ayotupas, Adriani R. Y. Suan, S.Pd, menegaskan bahwa pelaksanaan IHT merupakan bagian dari Rencana Kerja Sekolah tahun 2025 untuk memperkuat kompetensi guru agar pembelajaran lebih berkualitas.

“Untuk mencapai tujuan pendidikan, banyak aspek yang harus dikelola—kurikulum, metode, asesmen, hingga teknologi. Guru adalah roda penggerak, sehingga harus dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Adriani, pemahaman guru terhadap konteks pendidikan yang utuh akan berpengaruh langsung pada proses dan hasil belajar siswa. Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong inovasi, memperkuat kompetensi guru, dan menumbuhkan motivasi belajar peserta didik.

Kepala SMA Negeri Kokbaun, Omar S. M. Oematan, S.Pd, menambahkan bahwa implementasi materi IHT di kelas menjadi prioritas utama setelah pelatihan.

“Saya berharap pembelajaran menjadi lebih bermakna, menantang, dan memberi ruang bagi peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, serta berkembang sesuai potensinya,” katanya.

Pantauan Siarantimor.com menunjukkan para guru aktif mengikuti seluruh tahapan pelatihan, mulai dari penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), pembuatan modul ajar, diskusi kelompok, hingga presentasi hasil kerja.

IHT ini menjadi momentum penting bagi tiga SMA di Amanatun untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan profesionalisme guru dalam menghadapi tahun ajaran 2025–2026. (Sys/ST)

Most Popular