KUPANG – DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi membuka Golkar Academy Angkatan IV di Hotel Said Timore, Kupang, Jumat (21/11/2025). Kegiatan pelatihan intensif selama dua hari itu dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan dihadiri Dewan Pembina, Sekretaris DPD I Golkar NTT Welhelmintje S. L. Sinlaeloe, para ketua DPD II se-NTT, anggota fraksi provinsi dan kabupaten/kota, serta peserta non-fraksi. Total 80 anggota fraksi kabupaten/kota dan 9 anggota DPRD provinsi ikut serta dalam agenda peningkatan kapasitas tersebut.
Dalam sambutannya, Melki menegaskan bahwa Golkar Academy bukan sekadar acara formal tahunan, tetapi ruang strategis bagi kader untuk memperkuat kompetensi politik dan kemampuan membaca dinamika pembangunan daerah. Ia menyoroti perubahan kebijakan fiskal nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang membuat ruang fiskal daerah semakin ketat.
Karena itu, ia menekankan bahwa kader Golkar harus memahami arah kebijakan baru, termasuk peluang inovatif seperti penerbitan obligasi daerah yang dapat membantu pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan APBD.
Melki juga mengungkapkan rencana penyusunan buku “Jejak Karya Presiden Soeharto di NTT” sebagai upaya mendokumentasikan pembangunan era Orde Baru yang hingga kini masih menjadi fondasi pelayanan publik di berbagai sektor di Nusa Tenggara Timur. Dokumentasi tersebut dinilai penting agar generasi muda memiliki rekam jejak pembangunan yang akurat dan lengkap.
Sementara itu, Sekretaris Golkar NTT Welhelmintje S. L. Sinlaeloe menjelaskan bahwa Golkar Academy Angkatan IV dirancang lebih komprehensif dengan pendekatan multidisiplin yang mencakup isu fiskal nasional, ekonomi daerah, strategi komunikasi politik, peran media, serta isu-isu sosial seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurutnya, kader Golkar harus memahami persoalan rakyat secara utuh sehingga mampu mengambil peran nyata sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan paparan dasar hingga strategis dari sejumlah pemateri. Dr. Acry Deo Datus menyampaikan sejarah Partai Golkar, etika dan disiplin kader, prinsip good party governance, serta posisi Golkar di era reformasi. Ir. Ansgerius Takalapeta membahas mengenai ideologi partai, visi-misi, doktrin, serta tantangan Golkar dalam sistem politik multiparti.
Kepala Bapperida NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, memaparkan Program Strategis “Dasa Cita Ayo Bangun NTT” serta inovasi pemerintah provinsi termasuk pendampingan seleksi TNI/Polri dan sekolah kedinasan oleh Satgas Pemprov. Materi tentang perempuan dan ruang publik disampaikan Anna Djukana yang menyoroti representasi perempuan di politik dan tantangan kesetaraan. Sementara Ivan Kurniawan memberikan pemahaman baru mengenai penyusunan konten politik yang relevan dan etika bermedia sosial bagi legislator.
Diskusi interaktif menutup rangkaian kegiatan hari pertama, dengan para kader aktif bertanya mengenai strategi komunikasi politik, penguatan kapasitas legislator, hingga isu fiskal daerah. Golkar Academy Angkatan IV diharapkan menjadi momentum penting bagi Golkar NTT untuk mencetak kader yang tangguh, adaptif, dan responsif terhadap perubahan zaman, baik dalam aspek politik, ekonomi, maupun sosial. (Sys/ST)

