spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mahasiswa Undana Teliti Tenun Mio: Belajar Budaya, Dorong Ekonomi Kreatif

SOE, TTS – Kelompok Tenun Ikat binaan PKBM Imanuel Mio kembali menjadi ruang belajar budaya bagi generasi muda. Minggu, 23 November 2025, lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melakukan kunjungan lapangan sebagai bagian dari tugas akhir semester mata kuliah Sosiologi dan Antropologi.

Kunjungan bertema “Transformasi Kain Tenun Desa Mio Menuju Ekonomi Kreatif” ini bertujuan menggali nilai budaya, sosial, sekaligus potensi ekonomi kain tenun ikat sebagai identitas masyarakat Timor. Para mahasiswa—Andrang Neonane, Setyo Ello, Irma Nenobahan, Gradisia Arda, dan Maria Darso—berdialog langsung dengan empat penenun dan seorang tokoh adat.

Dalam sesi praktik, para penenun memperagakan proses pembuatan kain mulai dari pewarnaan benang, penyusunan motif, hingga teknik menenun dengan alat tradisional berbahan kayu. Para mahasiswa menyaksikan bahwa setiap lembar tenun tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga sarat sejarah, martabat, dan identitas perempuan Timor.

Perwakilan mahasiswa, Irma Nenobahan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bagian dari pembelajaran berbasis riset budaya. Mereka ingin memahami kedudukan kain tenun dalam kehidupan masyarakat dan peluangnya sebagai produk ekonomi kreatif yang mampu bersaing di pasar modern.

Menurut Irma, pelestarian motif tradisional dan peningkatan kapasitas penenun menjadi langkah penting agar tenun tetap relevan tanpa kehilangan akar budaya. Para penenun sendiri berharap semakin banyak anak muda yang tertarik belajar tenun, mengingat minat generasi kini mulai menurun.

Tokoh adat Desa Mio mengingatkan bahwa tenun ikat adalah simbol martabat perempuan Timor, sehingga pelestariannya tidak boleh luntur oleh budaya instan. PKBM Imanuel Mio sebagai pembina kelompok tenun menilai kunjungan mahasiswa ini sebagai bentuk kolaborasi positif yang membuka ruang inovasi dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Melalui kunjungan riset ini, mahasiswa diharapkan dapat melahirkan gagasan baru dalam penguatan branding, pemasaran, dan keberlanjutan produksi tenun ikat Desa Mio sebagai aset budaya sekaligus sumber penghidupan masyarakat. (Sys/ST)

Most Popular