KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri Rapat Kerja Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP Apindo NTT 2025 yang digelar di Hotel Harper Kupang, Senin (24/11/2025). Pertemuan ini mengangkat semangat “Pengusaha Bersatu, Bangun NTT” dengan fokus memperkuat sinergi dunia usaha dan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Dalam dialog bersama para pelaku usaha, Gubernur Melki menekankan pentingnya NTT keluar dari ketergantungan terhadap pasokan produk luar daerah. Ia mencontohkan komoditas pinang yang setiap tahun dibelanjakan hingga Rp1 triliun, namun sebagian besar tidak berasal dari NTT. Kondisi ini menunjukkan potensi lokal yang belum diolah secara optimal.
“Ini tanda bahwa potensi lokal kita belum digarap maksimal. Kita harus mulai memproduksi apa yang selama ini kita beli dari luar,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti adanya pemotongan transfer pusat yang menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi ekonomi. Ia menegaskan bahwa penguatan hilirisasi dan lahirnya produk dari desa, kelurahan, komunitas, sekolah hingga kampus harus menjadi gerakan bersama.
“Kalau lebih dari tiga ribu desa dan kelurahan punya produk masing-masing, ekonomi akan bergerak dari bawah. Ini pondasi utama pembangunan,” katanya.
Ia mengingatkan dunia usaha agar tidak melewatkan momentum. Tahun 2026, pemerintah menargetkan pembedahan lebih dari 31.000 rumah, yang berarti kebutuhan besar terhadap semen dan bahan bangunan.
“Ini peluang besar bagi industri lokal. Pengusaha harus bersiap,” tegasnya.
Dalam skala regional, NTT terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan NTB dan Bali, sekaligus membuka peluang investasi energi terbarukan bersama pemerintah Prancis. Di sektor keuangan, pembenahan Bank NTT disebut terus berjalan melalui penguatan tata kelola serta pelibatan para profesional.
Menutup pertemuan, Gubernur Melki menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah ekonomi, bukan politik. Ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk berkolaborasi membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Politik kita simpan dulu. Mari bekerja sama menumbuhkan ekonomi daerah,” pungkasnya. (Sys/ST)

