Atambua – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, resmi membuka Lokakarya Penyampaian Hasil Penelitian dan Temuan Lapangan Tim Ekspedisi Patriot IPB Bogor di Gedung Wanita Betelalenok, Kamis (27/11/2025). Acara ini menjadi puncak dari riset intensif selama tiga bulan di 23 desa kawasan Trans Tasifeto–Mandeu.
Lokakarya tersebut dihadiri Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Prof. Dr. Edi Santosa, peneliti senior IPB Dr. Feryanto dan Dr. Suprehatin, serta jajaran OPD, camat, kepala desa, lembaga adat, petani, dan perwakilan masyarakat dari desa-desa lokasi penelitian.
Dalam sambutannya, Bupati Willy Lay menegaskan bahwa Belu sebagai daerah perbatasan tidak boleh dibangun hanya berdasarkan asumsi, tetapi harus dengan riset dan data lapangan yang akurat. Ia menyebut kehadiran tim IPB bukan hanya membawa laporan, tetapi membuka dialog dan menyatukan visi pembangunan dalam kawasan Trans Tasifeto–Mandeu, yang kini masuk 45 kawasan prioritas nasional RPJMN 2025–2029.
Bupati menyoroti dua persoalan utama yang selama ini menghambat ekonomi masyarakat: krisis air serta akses jalan dan jembatan yang buruk. Ia menegaskan bahwa pengembangan sentra produksi pertanian mustahil dilakukan tanpa ketersediaan air. Karena itu, Bendungan Welikis dianggap sebagai solusi yang tidak bisa ditunda lagi. DED bendungan tersebut disebut sudah tersedia dan tinggal menunggu eksekusi.
Selain itu, buruknya jalur penghubung dari lahan produksi menuju pasar menyebabkan biaya logistik tinggi dan menekan pendapatan petani. Bupati menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan pasokan besar komoditas lokal seperti sayur, buah, telur, dan ayam, sehingga infrastruktur yang layak menjadi syarat mutlak.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kelembagaan ekonomi desa, terutama Koperasi Merah Putih, agar petani mendapat harga yang lebih layak dan tidak terjebak dalam pola tengkulak. Menurutnya, laporan tim IPB merupakan fondasi bagi kebijakan lintas sektor yang akan menentukan arah pembangunan jangka panjang kawasan tersebut.
“Ini bukan akhir, tetapi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara IPB dan Pemerintah Belu,” tegas Bupati Willy Lay. Ia menekankan bahwa kolaborasi dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Menko Bidang Infrastruktur, Menteri Transmigrasi RI, dan Tim Ekspedisi Patriot IPB. “Anda semua adalah keluarga Belu. Jika ada kekurangan layanan selama di sini, kami mohon maaf,” tutupnya. (Sys/ST)

