KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq, menghadiri Hari Studi dan Perayaan Hari Ulang Tahun Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) ke-50+1 yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang, Rabu (18/12/2025).
Kegiatan ini diawali dengan Misa Pembukaan yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni. Perayaan tersebut mengusung tema “Ut Omnes Unum Sint, All Together Now – Mewujudkan Sekolah Unggul Katolik di Bumi Nusantara.”
Perayaan HUT MNPK ini menjadi momentum refleksi sekaligus konsolidasi atas perjalanan panjang MNPK dalam membangun dan mengembangkan pendidikan Katolik di Indonesia, serta menjawab tantangan pendidikan nasional dan global ke depan.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan untuk mencetak generasi unggul yang berkarakter, inklusif, dan bertanggung jawab. Ia juga menekankan bahwa pemerintah terus berkomitmen mendukung keberlanjutan sekolah swasta, termasuk sekolah Katolik, sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam pemaparannya mengungkapkan tantangan serius dunia pendidikan di NTT, khususnya tingginya angka putus sekolah.
“Hampir seluruh anak di NTT masuk Sekolah Dasar, namun hanya sekitar 25 persen yang mampu bertahan hingga jenjang SMA. Ini menjadi persoalan besar yang dipengaruhi keterbatasan tenaga pendidik, infrastruktur, pendanaan, serta persoalan kemiskinan dan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia,” ungkap Gubernur Melki.
Gubernur Melki menegaskan bahwa sekolah Katolik memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi NTT, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, moral, keterampilan, serta daya saing generasi muda.
“Visi kami adalah NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. Karena itu, kami mendorong pemerataan pendidikan berkualitas, penguatan pendidikan vokasi berbasis potensi daerah, serta program One School One Product untuk menumbuhkan kemandirian dan jiwa kewirausahaan peserta didik,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi nyata sekolah-sekolah Katolik dalam membangun sumber daya manusia di NTT.
“Mari kita terus berjalan bersama, membentuk manusia seutuhnya demi membangun daerah dan bangsa,” tutup Gubernur Melki.
Perayaan HUT MNPK ke-50+1 ini dihadiri para pengelola yayasan pendidikan Katolik, kepala sekolah, guru, tokoh Gereja, serta pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. (Sys/ST)

