KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menggelar coffee morning bersama insan pers di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat pagi (19/12/2025). Suasana diskusi berlangsung santai namun sarat makna, menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah provinsi dan media massa.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Melki dan Wagub Johni memaparkan capaian sepuluh bulan kepemimpinan Melki–Johni dalam mengimplementasikan Dasa Cita, yang merupakan janji pembangunan kepada masyarakat NTT.
Gubernur Melki mengungkapkan rasa syukur karena dari sepuluh Dasa Cita, sebagian besar program telah berjalan dan mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dalam sepuluh bulan ini, sebagian besar Dasa Cita sudah on track dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Gubernur Melki.
Salah satu fokus utama adalah penguatan ekonomi berbasis komunitas, yang dijalankan melalui program One Village/Community/School One Product (OVOP/OCOP/OSOP). Program ini diperkuat dengan pembangunan sembilan unit NTT Mart yang tersebar di wilayah Timor, Flores, Sumba, dan Rote Ndao sebagai etalase dan akses pasar produk lokal.
Pemerintah Provinsi NTT juga menempatkan anak muda dan perempuan sebagai motor penggerak kreativitas dan ekonomi lokal melalui berbagai program pemberdayaan. Sektor pariwisata didorong menjadi lokomotif ekonomi daerah melalui sejumlah agenda strategis seperti Tour de NTT, Kupang Exotic Run, lomba pohon Natal, serta berbagai event bertajuk Exotic NTT.
Di bidang perlindungan sosial, Pemprov NTT menargetkan sekitar 100 ribu warga memperoleh manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, upaya penurunan stunting terus dipercepat melalui penguatan peran kader posyandu, termasuk di wilayah prioritas seperti Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemprov NTT merencanakan pembangunan 10 sekolah vokasi berasrama yang berbasis potensi daerah. Di antaranya adalah sekolah vokasi garam di Rote Ndao dan sekolah vokasi energi baru terbarukan (EBT) di Flores.
Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, listrik gratis, serta rumah layak huni terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa.
Gubernur Melki juga menegaskan pentingnya penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), reformasi birokrasi melalui Meja Rakyat, serta digitalisasi layanan publik sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan transparan.
Menutup pertemuan tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur berharap media massa terus menjadi mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam menyampaikan informasi pembangunan secara utuh, tetapi juga mengawal pelaksanaan Dasa Cita agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat NTT.
“Kolaborasi semua pihak, termasuk media, menjadi kunci untuk mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkas Gubernur Melki. (Sys/ST)

