KEFAMENANU — Arahan umum Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten TTU, Senin (5/1/2026), tak hanya menjadi forum penyatuan visi kerja awal tahun. Kegiatan tersebut juga menghadirkan kejutan tak terduga yang mengundang decak kagum dan senyum bahagia para peserta.
Arahan berlangsung di Aula Bale Biinmaffo, Kefamenanu, dan diikuti ASN Pemkab TTU dari berbagai dinas, badan, bagian, hingga kecamatan. Sementara ASN yang bertugas sebagai guru dan tenaga kesehatan dijadwalkan mengikuti kegiatan serupa pada Selasa (6/1/2026).
Di tengah suasana serius yang menekankan efektivitas, transparansi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, atmosfer aula mendadak berubah riuh menjelang penutupan kegiatan. Bupati TTU secara tiba-tiba meminta seluruh peserta berdiri dan memeriksa bagian bawah kursi masing-masing.
Tak disangka, sejumlah kursi telah ditempeli kupon berhadiah secara diam-diam. ASN yang menemukan kupon tersebut langsung menerima amplop berisi THR dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp250.000, Rp500.000, hingga Rp1.000.000.
Menariknya, THR tersebut bukan bersumber dari anggaran daerah. Dana berasal dari biaya operasional pribadi Bupati TTU yang secara khusus disisihkan untuk berbagi kebahagiaan dengan ASN di awal tahun 2026.
Suasana aula pun sontak dipenuhi sorak, tawa, dan ekspresi haru. Bagi banyak ASN, momen ini menjadi pengalaman tak terlupakan dalam kegiatan kedinasan—sederhana, namun sarat makna.
Selain membawa kegembiraan, kejutan THR ini dipandang sebagai simbol kepemimpinan yang humanis: dekat dengan jajaran aparatur, peduli, dan mampu membangun semangat kebersamaan di lingkungan birokrasi.
Arahan umum ini sekaligus menjadi momentum awal tahun 2026 untuk memperkuat komitmen ASN Pemkab TTU dalam meningkatkan etos kerja, mempererat koordinasi lintas perangkat daerah, serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara.
Kejutan sederhana tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya hadir lewat kebijakan dan instruksi, tetapi juga melalui sentuhan empati yang mampu menggerakkan semangat kerja aparatur. (Sys/ST)

