spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Setelah Puluhan Tahun Gelap, Listrik Mulai Masuk Desa Naukae

SOE,TTS – Tangis haru dan rasa syukur pecah di Desa Naukae, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Setelah puluhan tahun hidup tanpa listrik sejak Indonesia merdeka, harapan itu akhirnya menyala.

Pematokan dan penggalian tiang listrik resmi dimulai, menandai langkah awal masuknya aliran listrik ke Dusun A, Dusun B, dan Dusun C.
Bagi warga Desa Naukae, momen ini bukan sekadar pekerjaan teknis. Ini adalah jawaban atas doa panjang, penantian tanpa lelah, dan perjuangan yang tak pernah padam. Sejak lama, masyarakat bermimpi tentang malam yang terang, anak-anak yang bisa belajar tanpa lampu pelita, dan kehidupan yang perlahan berubah.

Petugas PLN Soe dan PLN UP2K Kupang mulai melakukan pematokan tiang listrik di desa tersebut. Kehadiran mereka disambut penuh sukacita oleh warga yang berbondong-bondong menyaksikan langsung proses awal pembangunan jaringan listrik.

“Ini bukan hanya soal tiang listrik. Ini tentang masa depan kami,” ujar salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Masuknya listrik diyakini akan membawa perubahan besar bagi Desa Naukae. Anak-anak dapat belajar hingga malam hari, ibu-ibu lebih terbantu dalam aktivitas rumah tangga, jalan desa menjadi lebih aman, dan peluang usaha kecil mulai terbuka, dari pengolahan hasil pertanian hingga kegiatan ekonomi produktif lainnya.

Warga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada PLN Soe dan PLN UP2K Kupang yang dinilai telah menepati janji kepada rakyat. Keberhasilan ini juga disebut sebagai buah dari perjuangan panjang masyarakat bersama Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) TTS.
Perjuangan tersebut bukan tanpa rintangan.

Berkali-kali masyarakat menyuarakan aspirasi, bahkan menggelar aksi ke kantor PLN Soe. Semua itu dipimpin oleh Ketua Pospera TTS, Yerim Yos Fallo, yang terus mengawal harapan warga hingga akhirnya terwujud.

“Ini berkat besar bagi kami. Terima kasih Bapak Dewan Yerim Yos Fallo, terima kasih Pospera TTS, dan terima kasih PLN Soe yang sudah membantu kami masyarakat di Dusun B dan Dusun C,” ungkap Abed Faot, salah satu warga, dengan penuh haru.

Bagi masyarakat Desa Naukae, ini adalah berkat awal tahun yang tak ternilai. Mereka percaya, perjuangan yang disertai doa akhirnya didengar dan dijawab.

Kini, Desa Naukae bersiap menyongsong hari-hari baru. Dari desa yang lama gelap, menuju masa depan yang perlahan terang. Harapan itu kini bukan lagi mimpi—tiang-tiang listrik sudah berdiri, dan cahaya tinggal menunggu waktu untuk menyala. (Sys/ST)

Most Popular