KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Perayaan Misa Pesta Pelindung SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang yang dirangkaikan dengan peluncuran buku cerpen dan puisi karya para siswa, Kamis (15/1/2026).
Kehadiran Gubernur Melki dalam perayaan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan iman, tetapi juga menjadi momentum refleksi penting mengenai arah dan masa depan pendidikan di NTT.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa teladan Santo Arnoldus Janssen menekankan pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya—beriman, berpengetahuan, berbudaya, dan bermartabat. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, telah dihidupi dengan baik oleh SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang.
“Meski tergolong sekolah muda, dalam rentang waktu lima hingga enam tahun, SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang telah memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Kota Kupang dan NTT,” ujar Gubernur.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Serikat Sabda Allah (SVD), para suster, guru, orang tua, serta seluruh komunitas sekolah yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga konsisten menanamkan nilai karakter seperti disiplin, kejujuran, serta keberanian berpikir kritis dan kreatif kepada para siswa.
Peluncuran dua buku sastra karya siswa, lanjut Gubernur, menjadi bukti bahwa pendidikan harus dijalankan secara holistik. Sastra dinilai memiliki peran penting dalam melatih kepekaan, empati, serta kedalaman berpikir peserta didik.
“Penguatan literasi tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami, menalar, dan menggunakan pengetahuan untuk mengambil keputusan yang bijak. Ini sejalan dengan tantangan besar dunia pendidikan saat ini,” tegasnya.
Gubernur Melki juga mendorong penerapan Program One School One Product di lingkungan sekolah. Menurutnya, produk unggulan sekolah tidak harus selalu berbentuk barang, tetapi juga dapat berupa karya intelektual, seni, budaya, dan inovasi.
“Buku sastra yang diluncurkan hari ini adalah contoh nyata produk unggulan sekolah,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan etika digital, mengingat kompleksitas tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci utama.
Menutup sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
“Pendidikan adalah tentang membentuk manusia seutuhnya: cerdas dalam akal budi, halus dalam perasaan, dan kuat dalam karakter. Mari kita bersama-sama membangun generasi NTT yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya.(Sys/ST)

