SOE – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus memperkuat sektor pertanian melalui Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sawah dan mendukung ketahanan pangan nasional sebagaimana dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, menegaskan bahwa Kecamatan Amanuban Selatan akan dikembangkan menjadi lumbung pangan yang penting dan strategis. Dua daerah irigasi utama, yakni Daerah Irigasi (DI) Bena dan Linamnutu, dinilai sangat potensial untuk menopang kebutuhan pangan Kabupaten TTS, bahkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“DI Bena dan Linamnutu akan menjadi tulang punggung penyediaan pangan. Pemerintah daerah sangat serius meningkatkan kapasitas kedua wilayah irigasi ini melalui perluasan lahan dan peningkatan produksi,” tegas Bupati.
Di Kecamatan Amanuban Selatan, program Oplah mencakup lahan seluas 1.650 hektar, dengan rincian Linamnutu 401 hektar, Bena 827 hektar, Pollo 303 hektar, dan Batnun 119 hektar. Sementara sisanya tersebar di beberapa daerah irigasi lain di wilayah Kabupaten TTS, sehingga total luas Oplah mencapai 2.049 hektar, terbesar di Provinsi NTT.
Program Oplah bertujuan meningkatkan intensitas tanam dari satu hingga dua kali menjadi dua hingga tiga kali panen per tahun melalui perbaikan tata air, rehabilitasi lahan, serta pembangunan jaringan irigasi tersier permanen.
Pelaksanaan Oplah di TTS dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni alokasi APBN oleh Kementerian Pertanian, pelaksanaan teknis oleh Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pertanian sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta pelibatan 51 kelompok tani yang diusulkan Pemkab TTS melalui data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).
Kegiatan Oplah yang telah dimulai sejak akhir tahun 2025 ini akan dilanjutkan pada Musim Tanam II (MT2) tahun 2026 agar tidak mengganggu aktivitas pengolahan sawah. Saat ini, material pendukung telah didistribusikan dan berada di lahan kelompok tani penerima manfaat.
Progres fisik kegiatan secara keseluruhan telah mencapai rata-rata 85 persen. Seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh kelompok tani dengan pengawasan konsultan, sementara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten TTS bertugas melakukan monitoring.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten TTS juga akan membangun jalan usaha tani untuk memperlancar akses pengangkutan hasil panen dan sarana produksi pertanian (saprodi).
Kepala Dinas Pertanian TTS, Jeck Benu, saat dikonfirmasi Kamis (15/1/2026), mengatakan pihaknya terus memantau pelaksanaan Oplah di lapangan.
“Kegiatan ini akan terus dilanjutkan. Kalau ada kekurangan pasti kita benahi, karena ini kerja kelompok dan pasti ada plus minusnya. Kita sangat membutuhkan program ini dan Pemda sangat berterima kasih karena mendukung swasembada pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bupati TTS telah melakukan pertemuan langsung dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan keberlanjutan program Oplah dan percetakan sawah di TTS.
“Luas 2.049 hektar ini yang terbesar di NTT.
Kita terus berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mendorong kelompok tani agar program ini berjalan maksimal. Melalui Oplah, potensi sawah di TTS kini bisa dimanfaatkan dengan jauh lebih baik,” tutup Jeck Benu.

