KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen dan kesetiaan Uni Timor Aswain (UNTAS) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat menghadiri Pengukuhan Pengurus UNTAS Periode 2025–2030 di Hotel Harper Kupang, Kamis (22/1/2026).
Pengukuhan pengurus UNTAS dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin. Dalam kesempatan tersebut, Fernando Jose Osorio Soares resmi dikukuhkan sebagai Ketua UNTAS periode 2025–2030.
Dalam sambutannya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut UNTAS sebagai simbol konsistensi kebangsaan warga asal Timor Timur yang sejak awal secara sadar memilih tetap setia bersama NKRI.
“Kesetiaan kepada NKRI bukan pilihan sesaat dan bukan pilihan pragmatis, tetapi pilihan hati yang lahir dari kesadaran, pengabdian, dan konsistensi. UNTAS adalah bukti nyata loyalitas itu,” tegas Gubernur di hadapan Menteri Pertahanan dan para undangan.
Gubernur menegaskan bahwa kontribusi warga asal Timor Timur sejak tahun 1999 hingga kini telah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial, persatuan, serta pembangunan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di wilayah perbatasan negara.
Ketua UNTAS terpilih, Fernando Jose Osorio Soares, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjuangan sejati tidak diukur dari kekuasaan atau kepentingan politik, melainkan dari ketulusan hati dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Gubernur NTT menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT memandang UNTAS sebagai mitra strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan menjaga keutuhan NKRI di wilayah timur Indonesia.
“Kita membutuhkan kolaborasi semua pihak untuk membangun NTT dan Indonesia. Pulau Timor memang terbagi dalam dua negara, tetapi perdamaian, saling menghormati, dan persaudaraan harus terus kita rawat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertahanan RI atas perhatian dan dukungan terhadap keluarga besar UNTAS, termasuk melalui kehadiran Universitas Pertahanan di Kabupaten Belu yang dinilai memperkuat pertahanan nonmiliter, wawasan kebangsaan, serta pembangunan sumber daya manusia di kawasan perbatasan.
Pengukuhan pengurus UNTAS ini dinilai bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga momentum peneguhan komitmen kebangsaan dan loyalitas terhadap NKRI, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. (Sys/ST)

