spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dua Tokoh Nasional Kunjungi NTT, Bahas Penguatan Pendidikan Karakter

KUPANG,- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima kunjungan dua tokoh nasional, Mayor Jenderal TNI (Purn) Suhartono Suratman dan Mayor Jenderal TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim, Kamis (22/1/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Gubernur NTT dan dirangkaikan dengan dialog bersama sejumlah Kepala SMA dan SMK se-Kota Kupang.

Mayor Jenderal TNI (Purn) Suhartono Suratman diketahui merupakan mantan Kepala SMA Taruna Nusantara, sementara Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim merupakan tokoh nasional serta mantan Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA).

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah NTT, Flori Wuisan, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo.

Dialog yang berlangsung hangat tersebut berfokus pada peran strategis pendidikan dalam membangun karakter, kecerdasan, serta kemandirian generasi muda sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia unggul di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta kontribusi pemikiran dari kedua tokoh nasional tersebut.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kunjungan Bapak Mayjen TNI (Purn) Suhartono Suratman dan Bapak Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim yang telah berbagi pengalaman serta pemikiran strategis terkait pendidikan,” ujar Gubernur Melki.

Ia menegaskan bahwa perhatian dan masukan dari para tokoh nasional menjadi motivasi besar bagi dunia pendidikan di NTT. Menurutnya, penguatan pendidikan karakter menjadi kunci dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan.

“Masukan dan pandangan yang disampaikan sangat berharga untuk memperkuat pendidikan karakter dan menyiapkan generasi muda NTT yang mandiri, berdaya saing, dan berjiwa kepemimpinan,” tambahnya.

Sementara itu, Mayor Jenderal TNI (Purn) Suhartono Suratman menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan moral dan karakter anak.
“Sekolah memang penting, tetapi pendidikan moral yang paling dasar dimulai dari keluarga. Orang tua adalah guru pertama yang membentuk karakter anak,” tegas Suhartono.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan karakter membutuhkan sinergi yang kuat antara keluarga dan sekolah. Nilai-nilai seperti disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab perlu ditanamkan sejak dini agar proses pendidikan di sekolah dapat berjalan optimal.

Pada kesempatan yang sama, Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim menyoroti pentingnya karakter dan kemandirian siswa dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Karakter yang kuat adalah modal utama generasi muda. Tanpa karakter, kecerdasan tidak akan membawa manfaat jangka panjang,” ungkap Zacky.

Ia juga menekankan bahwa kemandirian harus dilatih sejak bangku sekolah melalui pembiasaan sikap bertanggung jawab dan keberanian dalam mengambil keputusan.
“Siswa harus dibiasakan mandiri, berani mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihannya. Dari situlah akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang tangguh,” tambahnya.

Diskusi tersebut menegaskan perlunya metode pendidikan yang sederhana namun efektif, kontekstual dengan kondisi daerah, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendidikan diharapkan menjadi ruang strategis untuk mengembangkan potensi generasi muda NTT secara optimal, membentuk pribadi yang berkarakter kuat, mandiri, dan siap berkontribusi bagi daerah maupun bangsa. (Sys/ST)

Most Popular