BAJAWA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi melaunching NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Ngada yang berlokasi di Art Center Bajawa, Senin (23/01/2026).
Peluncuran ini menjadi langkah nyata sinergi Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Ngada dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) lokal.
Peluncuran NTT Mart tersebut turut dihadiri Bupati Ngada Raymundus Bena, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romilus Juji, Ketua Dekranasda Kabupaten Ngada, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan Kabupaten, perbankan, organisasi perempuan, serta para pelaku UMKM dan IKM.
Dalam sambutannya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa NTT Mart dirancang sebagai solusi konkret atas empat persoalan utama yang selama ini dihadapi UMKM, yakni permodalan, pendampingan dan pelatihan usaha, literasi keuangan, serta akses pasar dan pemasaran.
Dari sisi permodalan, Pemerintah Provinsi NTT mendorong optimalisasi pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia menyebutkan bahwa Bank NTT memiliki plafon KUR hingga Rp1 triliun dengan bunga rendah, yang juga didukung oleh BNI, BRI, dan Bank Mandiri.
“Uang KUR adalah uang negara, sehingga pemerintah daerah wajib memastikan penyalurannya tepat sasaran kepada pelaku UMKM,” tegas Gubernur.
Pada aspek pemasaran, NTT Mart dihadirkan sebagai pasar yang menjamin penyerapan produk-produk UMKM lokal. Produk-produk masyarakat NTT difasilitasi akses pasarnya melalui NTT Mart sebagai bentuk keberpihakan terhadap produk daerah.
“Ini produk kita sendiri, sudah seharusnya kita beli dan banggakan. Dengan NTT Mart, kita dorong agar ekonomi Ngada semakin berdaulat dan mandiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa kebijakan pengembangan UMKM ke depan akan difokuskan pada empat pilar utama, yakni permodalan, pendampingan usaha, literasi keuangan, dan akses pasar. Ia juga mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membelanjakan minimal Rp100 ribu setiap bulan untuk produk lokal di NTT Mart, sesuai kebutuhan masing-masing.
Selain itu, konsep One Village One Product (OVOP) diharapkan terus berjalan dan menjadi kekuatan ekonomi berbasis komunitas di seluruh wilayah NTT.
“NTT Mart bukan sekadar tempat belanja, tetapi etalase kebanggaan produk lokal NTT sekaligus penggerak ekonomi rakyat. Mari kita beli produk kita sendiri agar UMKM kita tumbuh kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.(Sys/ST).

