SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Belu resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation of Agreement dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) dalam kegiatan Peace Vaganza yang berlangsung di Hall Sriwijaya, Lantai 5 Gedung Assec Tower UNAIR, Jalan Airlangga, Surabaya, Rabu (4/2/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung berbagai program prioritas nasional, termasuk program pemberian susu bagi anak sekolah yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Selain itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia serta potensi daerah di Kabupaten Belu.
Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Kabupaten Belu memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil ternak, khususnya pada era 1970 – 1980-an ketika Belu menjadi salah satu pemasok ternak ke Jakarta. Namun, seiring waktu populasi ternak mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Program Asta Cita Presiden, salah satunya pemberian susu bagi anak sekolah, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kami untuk kembali membangkitkan sektor peternakan di Belu,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Belu telah memulai program penyediaan pakan ternak melalui penanaman rumput pakan seluas sekitar 100 hektare di kawasan Sonis Laloran, yang merupakan tanah milik pemerintah daerah dan dijadikan sebagai pilot project. Program tersebut dilaksanakan secara gotong royong bersama ASN.
“Pakan ternak sudah kami siapkan, silase juga sudah tersedia. Target kami pada Juni–Juli pakan siap, dan kami bisa mendatangkan sapi perah dari Jawa Timur untuk dikembangkan di NTT. Yang kami butuhkan saat ini adalah peningkatan kapasitas dan keterampilan peternak,” jelasnya.
Selain sektor peternakan, Bupati Willy Lay juga menyinggung komitmen pemerintah daerah di bidang pendidikan. Ia menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 148 putra-putri Kabupaten Belu sedang menempuh pendidikan di Universitas Budi Utomo sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan daerah.
Bupati berharap kerja sama dengan Pascasarjana UNAIR tidak berhenti pada penandatanganan MoA semata, tetapi mampu melahirkan program berkelanjutan yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UNAIR, Dr.
Achmad Chusnu Romdhoni, menyatakan kesiapan institusinya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Belu. Ia menjelaskan bahwa kerja sama yang telah berjalan meliputi riset bersama, khususnya dengan Departemen Perindustrian, dan terbuka untuk diperluas ke berbagai dinas lainnya.
Sekolah Pascasarjana UNAIR memiliki potensi akademik melalui tujuh program studi S2 dan dua program studi S3, antara lain Pengembangan Sumber Daya Manusia, Sains Hukum Pembangunan, Imunologi, Forensik, Kesehatan, Magister Kebencanaan, serta PSDM KIK. Potensi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Belu di berbagai sektor, termasuk peternakan, kesehatan, hukum, kebencanaan, serta peningkatan kualitas aparatur dan masyarakat. (rls/ST)

