KUPANG – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) kembali menggelar pengajian bulanan sebagai upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta mempererat silaturahmi antar pegawai.
Kegiatan yang berlangsung di Mushola Al-A’raf Kejati NTT, Rabu (4/2/2026), dihadiri Wakil Kepala Kejati NTT Teuku Rahmatsyah, S.H., M.Kn., bersama para Pejabat Utama (PJU) dan pegawai Muslim di lingkungan Kejati NTT.
Pengajian kali ini menghadirkan Ustadz Sanu Bajuri sebagai penceramah yang menyampaikan tausiyah tentang pentingnya Muraqabatullah, yakni kesadaran bahwa setiap perbuatan manusia selalu berada dalam pengawasan Allah SWT.
Menjelang bulan suci Ramadan yang diperkirakan tinggal sekitar dua pekan lagi, ia menekankan bahwa integritas dalam bekerja merupakan wujud nyata ketakwaan.
Menurutnya, sebagai insan Adhyaksa, tugas melayani masyarakat atau Khidmatul Ummah harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran dan sesuai prosedur, karena setiap amal akan dimintai pertanggungjawaban. Ia juga mengingatkan bahwa profesionalitas kerja tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai spiritual dan moral.
Selain itu, Ustadz Sanu mengajak para jemaah mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan memperkuat bekal rohani. Ia menyarankan tiga amalan utama, yakni memperbanyak dzikir untuk menenangkan hati, merutinkan tilawah Al-Qur’an, serta memperbanyak sujud sebagai bentuk kepasrahan dan kedekatan kepada Sang Pencipta.
Dirinya berharap melalui kegiatan pengajian rutin ini, Kejati NTT berharap dapat membangun lingkungan kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual, sehingga mampu meningkatkan integritas serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.(Sys/ST).

