SOE,TTS – Program Building Effective Network (BEN) Indonesia di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendorong pembentukan Forum Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) sebagai upaya memperkuat jejaring layanan inklusif bagi anak dan remaja penyandang disabilitas serta Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Liliane Fonds, NLR Indonesia, Circle Of Imagine Society (CIS), dan CIS Timor melalui Tim Transisi BEN Kabupaten TTS. Pembentukan forum tersebut diharapkan menjadi wadah koordinasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas hidup serta pemenuhan hak kelompok rentan di daerah.
Dalam dokumen Term of Reference (TOR) disebutkan bahwa anak dan remaja penyandang disabilitas serta OYPMK masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, rehabilitasi sosial, hingga partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Hambatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik dan ekonomi, tetapi juga stigma sosial dan diskriminasi yang masih terjadi.
Pendekatan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) dinilai sebagai strategi pembangunan inklusif yang menempatkan potensi serta partisipasi masyarakat sebagai kekuatan utama dalam proses rehabilitasi dan pemberdayaan.
Melalui pendekatan ini, diharapkan kolaborasi lintas sektor dapat terbangun sehingga kebutuhan penyandang disabilitas dan OYPMK dapat terpenuhi secara holistik dan berkelanjutan.
Program BEN sendiri berfokus pada penguatan jejaring antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pembentukan Forum RBM di TTS menjadi langkah strategis untuk menghadirkan lingkungan yang inklusif, ramah anak, dan berkeadilan sosial.
Adapun tujuan utama pembentukan Forum RBM adalah meningkatkan kualitas hidup anak dan remaja penyandang disabilitas serta OYPMK melalui penguatan jejaring layanan berbasis komunitas.
Sementara itu, tujuan khususnya meliputi penguatan koordinasi antar anggota jejaring melalui Tim SCN, peningkatan akses layanan rehabilitasi sosial berbasis masyarakat, serta mendorong peran aktif keluarga dan komunitas dalam proses rehabilitasi.
Dengan terbentuknya Forum RBM, diharapkan sinergi antar lembaga, pemerintah, keluarga, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan layanan yang inklusif serta mendukung partisipasi aktif kelompok rentan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kegiatan pembentukan Forum Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat dibuka oleh Sekda TTS, Seperius Edison Sipa.
Program ini target di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Mollo Selatan, Amanuban Barat, Kota Soe, Amanuban Tengah, dan Oenino. (Sys/ST)

