KUPANG, – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (9/2/2026) pagi.
Apel tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Plh Sekretaris Daerah NTT Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT.
Dalam amanatnya, Gubernur Melki menegaskan pentingnya menjaga integritas, profesionalitas dan disiplin dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia mengingatkan bahwa memasuki tahun kedua kepemimpinan bersama Wakil Gubernur, tidak ada lagi toleransi terhadap pelanggaran disiplin.
“Sudah hampir setahun kepemimpinan saya bersama Pak Wagub. Saya ingin para ASN terus menjaga disiplin, baik dalam kehadiran apel maupun dalam pelaksanaan tugas. Tahun lalu mungkin masih banyak toleransi, tapi tahun ini kita akan tegas terhadap aturan,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti ulah negatif beberapa oknum diaspora NTT di luar daerah yang dinilai mencoreng nama baik daerah. Ia meminta ASN untuk mengingatkan keluarga dan kerabat yang berada di luar NTT agar tetap menjaga sikap dan menghormati aturan di daerah tempat mereka tinggal.
Menurutnya, diaspora NTT di luar daerah merupakan cerminan wajah masyarakat NTT. Dengan menjaga perilaku yang baik, reputasi daerah akan meningkat dan berdampak pada kepercayaan serta minat kunjungan ke NTT.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyinggung peristiwa meninggalnya seorang siswa SD asal Kabupaten Ngada yang menjadi duka mendalam bagi semua pihak. Ia menilai kejadian tersebut sebagai tamparan keras bagi pemerintah agar lebih serius memastikan program sosial dan bantuan tepat sasaran.
Ia menegaskan seluruh jajaran pemerintah harus melakukan introspeksi dan memperbaiki sistem pendataan masyarakat miskin agar bantuan dapat disalurkan secara tepat dan tidak terhambat persoalan administratif.
“Tugas kita memastikan orang miskin di NTT menerima program dari pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Jangan ada oknum yang bermain dengan data orang miskin. Jika terbukti, akan kita tindak tegas,” ujarnya.
Gubernur juga meminta dinas teknis dan operator pelayanan untuk menyederhanakan mekanisme birokrasi sehingga masyarakat tidak dipersulit dalam mengakses bantuan.
Selain itu, ia mendorong pengaktifan kembali pranata sosial kemasyarakatan di tingkat akar rumput, seperti tokoh adat, tokoh masyarakat, perangkat desa, RT/RW, dasawisma, posyandu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, guna memperkuat sistem deteksi dini terhadap warga yang membutuhkan bantuan.
“Pranata sosial harus dihidupkan kembali agar tidak ada warga yang luput dari perhatian. Data orang miskin harus terus diperbarui sehingga program pemerintah benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Menutup amanatnya, Gubernur Melki menegaskan bahwa keberhasilan program nasional maupun daerah sangat ditentukan oleh kinerja ASN.
Ia mengajak seluruh ASN bekerja secara profesional dan berkomitmen dalam melayani masyarakat, khususnya kelompok rentan dan masyarakat miskin di NTT.
“Penentu keberhasilan program pembangunan ada di tangan bapak ibu ASN. Kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh agar semua program yang direncanakan dapat terwujud demi kesejahteraan masyarakat NTT,” pungkasnya. (Sys/ST)

