KEFAMENANU – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, menyatakan optimisme pihaknya dalam mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp45 miliar pada tahun 2026.
Target tersebut ditetapkan langsung oleh Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A.
Sebagai rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Kefamenanu menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar target tersebut, salah satunya dengan meningkatkan jumlah kunjungan pasien.
Upaya ini juga sejalan dengan arahan Bupati TTU agar seluruh rujukan dari puskesmas di wilayah TTU dipusatkan di RSUD Kefamenanu.
“Jumlah kunjungan pasien memang sudah meningkat. Saat ini kami terus berupaya menambah ruangan dan kapasitas tempat tidur,” ujar dr. Adrianus.
Ia menjelaskan, RSUD Kefamenanu yang berstatus rumah sakit tipe C saat ini memiliki kapasitas 114 tempat tidur. Ke depan, manajemen menargetkan penambahan kapasitas hingga sekitar 180 tempat tidur, setara dengan kapasitas Rumah Sakit Mgr. Gabriel Manek Atambua.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pelayanan tersebut diyakini dapat mendongkrak pendapatan rumah sakit sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Dengan penambahan kapasitas tersebut, kami optimistis dapat melampaui target PAD yang telah ditetapkan Bapak Bupati,” tambahnya.
Sebagai perbandingan, dr. Adrianus menyebutkan bahwa RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua yang memiliki kapasitas sekitar 180 tempat tidur mampu meraih pendapatan hingga Rp60 miliar per tahun.
Selain peningkatan kapasitas dan layanan, RSUD Kefamenanu juga tetap melanjutkan berbagai program inovatif yang telah dirintis oleh mantan Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Zakarias Dery Fernandez, M.Kes., karena dinilai memberikan dampak positif terhadap mutu pelayanan.
Program tersebut antara lain Ambulance Siap Gas Antar Jemput (SIGAP) gratis dalam radius 20 kilometer dari pusat kota dan dapat menjangkau hingga 30 kilometer jika diperlukan, peningkatan kebersihan dan kenyamanan lingkungan rumah sakit, serta pembudayaan sikap ramah, responsif, dan humanis dalam pelayanan kepada pasien.
RSUD Kefamenanu juga menjalin kerja sama dengan apotek pelengkap guna memudahkan pasien memperoleh obat, serta menggandeng rohaniawan untuk memberikan penguatan spiritual kepada pasien selama menjalani perawatan.
Dengan berbagai langkah tersebut, manajemen RSUD Kefamenanu optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mencapai target PAD yang telah ditetapkan pada tahun 2026.(Sys/ST).

