spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Om Bai, Pelopor Sei Baun yang Mengangkat Cita Rasa NTT ke Level Nasional

KUPANG – Nama Gasper Tiran atau yang akrab disapa Om Bai sudah tidak asing bagi pecinta kuliner khas Nusa Tenggara Timur.
Pria asal Desa Baun,Kecamatan Amarasi Barat ini dikenal sebagai salah satu pelopor sei babi segar sejak tahun 1999, jauh sebelum kuliner sei populer seperti sekarang.

Berawal dari usaha sederhana, Om Bai memulai perjalanan dengan tekad dan kerja keras tanpa latar belakang pendidikan formal di bidang peternakan maupun kuliner.

Namun, konsistensi menjaga kualitas rasa dan proses pengolahan tradisional membuat sei racikan Om Bai memiliki cita rasa khas—renyah, gurih, dan berbeda.

Seiring waktu, usaha yang dirintisnya berkembang pesat. Saat ini, produksi sei milik Om Bai mencapai rata-rata 500 kilogram hingga 1 ton per hari. Dari usaha tersebut, omzet yang dihasilkan diperkirakan berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta per hari, sekitar Rp600 juta per bulan, hingga mencapai lebih dari Rp9 miliar dalam setahun.

Kesuksesan ini menjadi bukti nyata bahwa putra daerah NTT mampu membangun usaha besar dari kampung halaman sendiri.
Selain membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, usaha sei Om Bai juga turut mengangkat kuliner lokal sebagai identitas budaya yang membanggakan.

Bagi Om Bai, keberhasilan bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang menjaga tradisi dan cita rasa asli daerah.
Ia terus mempertahankan metode pengolahan yang khas, mulai dari pemilihan daging hingga proses pengasapan yang menjadi rahasia kelezatan sei Baun.

Kisah Om Bai menjadi inspirasi bagi generasi muda NTT bahwa kesuksesan bisa diraih dari ketekunan, keberanian memulai, dan kecintaan pada budaya lokal. Dari Desa Baun, sei bukan sekadar makanan, tetapi simbol kerja keras dan kebanggaan masyarakat NTT yang kini dikenal luas.(Sys/ST)

Most Popular