spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Vaksin Balita Belu Tak Sampai 20 Persen, Bupati Tegur Dokter Internship

ATAMBUA – Bupati Belu Willybrodus Lay melakukan evaluasi langsung terhadap para dokter Internship yang telah bertugas selama 12 bulan di wilayah perbatasan Kabupaten Belu. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya, Kamis (19/02/2026), Bupati tidak hanya menyampaikan apresiasi, tetapi juga menyoroti sejumlah persoalan krusial di sektor kesehatan.

Sebelum memulai arahannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa serta umat Kristen yang merayakan Rabu Abu. Ia kemudian mengapresiasi dedikasi para dokter Internship yang telah melayani masyarakat Belu selama setahun terakhir.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada para dokter Internship yang telah bertugas selama 12 bulan di Atambua. Dedikasi ini sangat berarti bagi masyarakat Kabupaten Belu,” ujarnya.

Namun dalam evaluasinya, Bupati secara tegas menyoroti rendahnya capaian vaksinasi dasar lengkap bagi balita di Belu. Berdasarkan data yang ia terima, angka vaksinasi lengkap di daerah tersebut menjadi yang terendah di Provinsi Nusa Tenggara Timur, bahkan belum mencapai 20 persen.

“Saya bertanya, apakah masyarakat yang datang melakukan vaksin lengkap ada atau tidak? Karena dari data, peserta vaksin lengkap di Kabupaten Belu paling rendah di NTT, bahkan tidak mencapai 20 persen. Artinya kita kecolongan,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak balita yang belum mendapatkan hak layanan imunisasi. Ia meminta tenaga medis bekerja berbasis data agar persoalan dapat diidentifikasi dan ditangani secara tepat.

“Saya minta para dokter harus bekerja berdasarkan data. Dengan data, kita bisa tahu apa yang kurang dan bagaimana memperbaikinya,” katanya.

Selain vaksinasi, Bupati juga menyinggung pelayanan di Unit Gawat Darurat (UGD) yang dinilai masih lambat dan sering dikeluhkan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan.

“Saya sering menerima aduan bahwa pelayanan di UGD terlalu lama. Saya harap dokter mendekat kepada pasien dan berkata, ‘Mama jangan khawatir, saya yang tangani.’ Saya yakin dengan kata-kata itu, sebelum diberi obat pun mereka sudah sembuh 90 persen,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan bahaya informasi keliru di media sosial yang memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi. Ia menegaskan bahwa tenaga medis memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi yang benar.

“Pemerintah sudah mengeluarkan anggaran besar, jadi tugas dokter menjelaskan kepada masyarakat pentingnya vaksin,” tandasnya.

Menutup arahannya, Bupati berharap pengalaman para dokter Internship di Belu menjadi bekal penting dalam pengabdian mereka di masa depan serta terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional dan berempati kepada masyarakat. (Sys/ST)

Most Popular