spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tinjau MBG di Sabu Raijua, Wagub Johni Tekankan Peran Orang Tua Cegah Stunting

SABU RAIJUA – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Posyandu Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Kamis (19/2/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program nasional MBG berjalan tepat sasaran, tidak hanya menyentuh peserta didik di sekolah, tetapi juga kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui distribusi makanan bergizi di posyandu sebagai upaya pencegahan stunting.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zet Sony Libing, Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua Stef Bule Logo, Kapolres Sabu Raijua Paulus Natonis, Camat Sabu Barat David Djara Liwe, serta Penjabat Kepala Desa Raeloro Dicson Lobo Mone.

Dalam arahannya, Johni Asadoma menegaskan pentingnya keterlibatan kepala daerah dalam mengawal pelaksanaan program agar kualitas makanan sesuai standar gizi dan distribusinya berjalan tertib serta merata.

“Program Makan Bergizi Gratis ini bertujuan memberikan makanan berkualitas bagi anak sekolah, bayi, balita, ibu hamil serta ibu menyusui sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat, unggul, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

Ia menegaskan, generasi yang sehat merupakan fondasi utama peningkatan daya saing daerah, termasuk bagi Kabupaten Sabu Raijua.

Selain pengawasan program pemerintah, Wagub juga menekankan peran sentral keluarga dalam mencegah stunting. Menurutnya, orang tua harus memperhatikan asupan gizi anak sejak dini dengan memanfaatkan sumber protein dan pangan lokal.

“Telur, ikan dan kelor memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk perkembangan anak-anak,” tegasnya.

Johni juga mengingatkan agar keluarga memprioritaskan kebutuhan gizi anak dalam pengelolaan anggaran rumah tangga sebagai investasi jangka panjang.

“Kecerdasan anak merupakan syarat mutlak bagi kemajuan daerah NTT. Karena itu orang tua harus memprioritaskan pemenuhan gizi anak,” tambahnya.

Ia berharap penyaluran bantuan makanan bergizi melalui posyandu dapat dilakukan secara terorganisir di tingkat desa agar seluruh penerima manfaat terlayani secara merata.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Raeloro Dicson Lobo Mone melaporkan bahwa jumlah penerima manfaat MBG di Desa Raeloro mencapai 187 orang, terdiri dari 11 ibu hamil, 36 ibu menyusui, serta 140 bayi dan balita. (Sys/ST)

Most Popular