KEFAMENANU, TTU – Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yosep Falentinus Delasalle Kebo meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten TTU untuk lebih proaktif memantau kondisi para petani di tengah tingginya curah hujan yang melanda sejumlah wilayah.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Yosep saat memimpin Apel Kesadaran yang rutin digelar setiap Senin di lingkungan Pemerintah Kabupaten TTU, Senin (9/3/2026).
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa No Falent menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap para petani agar tetap mampu berproduksi secara optimal meski menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Bapak-Ibu, kondisi kita di TTU dengan curah hujan yang cukup ini, mudah-mudahan para petani kita diperhatikan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian harus proaktif melihat kondisi masyarakat kita dan apa yang bisa kita bantu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan agar dinas terkait segera turun langsung ke lapangan untuk membantu para petani yang terdampak banjir, khususnya pada lahan persawahan yang terendam air.
Menurutnya, dukungan terhadap petani sangat penting untuk mendorong tercapainya swasembada pangan di daerah, terutama untuk komoditas utama seperti padi dan jagung.
“Kita harus membantu warga yang sawahnya terendam banjir, supaya kita bisa mencapai swasembada pangan baik padi maupun jagung. Swasembada pangan ini yang akan menyelamatkan daerah,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Yosep juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU untuk terus memantau potensi bencana yang dapat terjadi akibat tingginya curah hujan, seperti banjir dan tanah longsor.
Ia mencontohkan salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus, yakni daerah Naob, yang dinilai memiliki potensi bencana apabila curah hujan terus meningkat.
“BPBD juga harus terus memantau perkembangan longsor dan berbagai potensi bencana yang ada, seperti di wilayah Naob,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten TTU berharap dengan pemantauan dan langkah cepat dari dinas terkait, para petani tetap dapat menjalankan aktivitas pertanian secara optimal sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga. (Sys/ST)

