KUPANG – Akses utama Jalur Trans Timor yang menghubungkan Kupang (Indonesia) dengan Dili (Timor Leste) dilaporkan mengalami putus total setelah terjadi kerusakan serius pada Jembatan Asam Tiga, Kamis (26/03/2026) pagi.
Kerusakan jembatan yang berada tepat di depan Markas Brigade Infanteri 21/Komodo tersebut terdeteksi sekitar pukul 07.00 WITA, sehingga akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Akibat kerusakan parah tersebut, struktur penghubung jembatan dilaporkan putus total, sehingga seluruh arus kendaraan dari arah Kupang menuju wilayah timur Pulau Timor terhenti.
Dampak dari kejadian ini langsung dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha transportasi, terutama sektor distribusi barang. Jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi darat yang menghubungkan Kota Kupang dengan wilayah timur seperti Atambua, Malaka, hingga perbatasan negara menuju Dili.
Selain itu, kondisi tersebut menyebabkan penumpukan kendaraan di sejumlah titik, terutama di sekitar wilayah Camplong dan jalur menuju lokasi jembatan.
Pihak berwenang saat ini masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait penyebab kerusakan jembatan sekaligus menyiapkan langkah penanganan darurat guna mengembalikan akses transportasi secepat mungkin.
Sementara itu, sebagai langkah darurat untuk menjaga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, pemerintah telah mengaktifkan Jalur Alternatif Nunkurus.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalur alternatif tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, namun dengan kapasitas terbatas.
Kondisi permukaan jalan di jalur Nunkurus dinilai cukup layak, meskipun terdapat beberapa ruas dengan lebar jalan yang sempit serta tikungan tajam yang mengharuskan pengemudi lebih berhati-hati saat melintas.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang bersama Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah XIII telah menempatkan petugas di sejumlah titik strategis guna mengatur arus lalu lintas serta mengarahkan kendaraan yang melintas.
Pihak berwenang juga mengimbau kendaraan berat seperti truk pengangkut logistik agar menggunakan jadwal operasional tertentu sehingga tidak menumpuk di jalur alternatif tersebut.
Selain jalur darat, pemerintah juga menyiapkan jalur laut sebagai alternatif distribusi logistik dengan mengoperasikan KMP Pulau Sabu untuk melayani rute Kupang – Wini – Teluk Gurita.
Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi kebutuhan pokok seperti BBM dan sembako tetap dapat menjangkau wilayah timur Pulau Timor, termasuk Atambua, Malaka, hingga wilayah Timor Leste.
Pemerintah mengimbau masyarakat serta pengguna jasa transportasi untuk menghindari area Jembatan Asam Tiga dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.
Saat ini pihak berwenang terus berupaya mempercepat proses penanganan kerusakan jembatan agar Jalur Trans Timor dapat segera kembali beroperasi normal.(Sys/ST).

