spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Desa Spaha Resmi Jadi Desa Wisata, Ditandai Pembukaan Festival Pesisir Selatan 2026 di Kolbano

SOE,TTS – Desa Spaha, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), resmi ditetapkan sebagai Desa Wisata yang ditandai dengan seremoni pemotongan pita pada pembukaan Festival Pesisir Selatan 2026 di Pantai Kolbano, Jumat (27/3/2026).

Peresmian tersebut dilakukan oleh Ketua DPRD NTT, Emelia Julia Nomleni bersama Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, di hadapan masyarakat, perwakilan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas lokal yang hadir dalam festival tersebut.

Penetapan Desa Spaha sebagai desa wisata menjadi momentum penting dalam pengembangan potensi pariwisata berbasis masyarakat di wilayah pesisir selatan TTS, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Bupati TTS Eduard Markus Lioe mengatakan, pengembangan desa wisata merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Menurutnya, potensi alam pesisir selatan TTS yang unik, termasuk Pantai Kolbano yang terkenal dengan batu warna-warni, menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

“Pengembangan desa wisata harus melibatkan masyarakat secara aktif agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh warga desa,” ujar Bupati Eduard.

Ia menambahkan, Desa Spaha memiliki potensi besar tidak hanya dari sisi keindahan alam, tetapi juga dari kekayaan budaya serta kearifan lokal masyarakat yang dapat menjadi daya tarik wisata.

Peresmian Desa Wisata Spaha menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Festival Pesisir Selatan 2026 yang berlangsung pada 27–29 Maret 2026 di Pantai Kolbano.

Festival yang mengusung tema “Perempuan Berdaya untuk Perdamaian Berkelanjutan” ini menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan dialog, aksi budaya, dan penguatan ekonomi lokal masyarakat pesisir.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti talkshow lintas pemangku kepentingan, penampilan Natoni oleh perempuan, aksi pembersihan pesisir pantai, penanaman pohon di sejumlah desa, tarian Bonet bersama, pasar pangan lokal, hingga pelatihan kerajinan tangan masyarakat.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh CIS Timor, Save the Children Indonesia, dan UN Women melalui Program WE NEXUS yang bertujuan memperkuat perdamaian berkelanjutan, meningkatkan ketahanan komunitas terhadap perubahan iklim, serta mendorong peran aktif perempuan dan anak muda dalam pembangunan desa.

Melalui pengembangan Desa Wisata Spaha, diharapkan kawasan pesisir selatan TTS tidak hanya menjadi tujuan wisata baru, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya lokal. (Sys/ST).

Most Popular