KUPANG – Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Kepolisian Resor Kota Kupang melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Administrasi (Rikmin) awal bagi peserta seleksi Calon Siswa (Casis) Bintara Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang merupakan tahapan awal dalam proses rekrutmen anggota Polri tersebut dilaksanakan di Bag SDM selaku Panitia Pembantu Penerimaan (Pabanrim) Polresta Kupang Kota.
Kapolresta Kupang Kota, Djoko Lestari, melalui Kabag SDM Darius Kore menjelaskan, pada hari pertama sebanyak 200 Casis Polisi Laki-laki (Polki) dan Polisi Wanita (Polwan) mengikuti seleksi Rikmin dari berbagai jalur dan kompetensi.
“Pada hari pertama, sebanyak 200 Casis mengikuti seleksi Rikmin yang terdiri dari berbagai jalur. Rinciannya, Casis Polwan Bintara SPKT sebanyak 66 orang, Casis Bintara SPKT Polki sebanyak 63 orang, Casis Bintara Intelijen terdiri dari 32 Polki dan 6 Polwan, Casis Bintara Polair sebanyak 12 Polki, serta Casis Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Akuntansi sebanyak 3 Polki dan 1 Polwan,” jelas Kompol Darius saat memantau langsung pelaksanaan Rikmin, Selasa (7/4).
Selain itu, terdapat pula Casis Bakomsus Penyidik Pembantu sebanyak 6 Polki, Casis Bakomsus Humas sebanyak 9 Polki dan 1 Polwan, serta satu orang Casis dari jalur Rekrutmen Proaktif (Rekpro) Polwan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Rikmin dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (7/4) hingga Kamis (9/4), bertempat di Mapolresta Kupang Kota.
“Seluruh peserta menjalani pemeriksaan administrasi secara bertahap guna memastikan kelengkapan dan keabsahan dokumen sebagai syarat mengikuti tahapan seleksi berikutnya,” ujarnya.
Kompol Darius menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip B.E.T.A.H, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Menurutnya, prinsip tersebut menjadi komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memastikan proses rekrutmen berjalan secara profesional serta bebas dari praktik kecurangan.
Ia juga mengimbau para peserta dan keluarga agar tidak mempercayai pihak atau oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif berdasarkan kemampuan masing-masing peserta,” tegasnya.(Sys/ST).

