NEFOTES,TTS – SMP Negeri Satap Nefotes di Desa Ajaopenu, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah. Melalui kerja sama dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten TTS, sekolah tersebut menggelar kegiatan pendampingan literasi bagi peserta didik selama dua hari, Selasa-Rabu (9-10 Juni 2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta didik ini bertujuan meningkatkan kompetensi, mengembangkan potensi, serta menumbuhkan bakat dan minat siswa melalui penguatan literasi baca dan tulis.

Kepala SMP Negeri Satap Nefotes, Hendra D.J. Sa’u, S.Pd., mengatakan bahwa pendampingan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah dijalankan sekolah dalam mengembangkan kemampuan literasi peserta didik.

“Pendampingan ini merupakan kegiatan lanjutan dari program literasi baca-tulis yang telah kami jalankan. Sebelumnya, guru dan peserta didik berhasil menghasilkan berbagai karya tulis yang kemudian dibukukan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi yang mereka miliki,” ujarnya.

Menurut Hendra, peserta didik di SMP Negeri Satap Nefotes memiliki kreativitas dan kemampuan yang luar biasa. Dengan pendampingan yang tepat, potensi tersebut dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.

Ia mengungkapkan bahwa penerbitan buku yang berisi karya guru dan peserta didik telah membawa dampak positif terhadap budaya membaca di sekolah. Kehadiran buku tersebut memotivasi siswa lain untuk lebih giat membaca dan berani menuangkan ide melalui tulisan.

“Ketika mereka melihat karya teman-teman dan guru telah dibukukan, muncul semangat untuk mengikuti jejak yang sama. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan minat baca dan mendorong mereka untuk terus berkarya,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan mutu pendidikan, pihak sekolah akan terus mengembangkan program literasi dan numerasi agar menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan belajar peserta didik.

READ  Jalan Kabupaten di Bonle’u Terancam Putus, Warga Minta Pemda TTS Segera Bertindak

Guru Koordinator Literasi SMP Negeri Satap Nefotes, Sarai Sarlina Sae, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah yang terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan literasi di sekolah.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru yang telah bekerja sama mendampingi dan memotivasi peserta didik untuk terus meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan lanjutan kepada para peserta didik agar mereka semakin terampil dalam membaca, menulis, dan berpikir kritis. Literasi dan numerasi harus menjadi budaya yang terus tumbuh dan berkembang di sekolah,” ungkapnya.

Antusiasme peserta didik tampak selama kegiatan berlangsung. Salah satunya disampaikan oleh Maleni Boimau yang mengaku bangga karena karya yang ditulis bersama guru dan teman-temannya berhasil diterbitkan dalam sebuah buku antologi.

“Saya sangat bangga dan terharu ketika melihat buku antologi cerpen karya guru dan peserta didik telah terbit, dan karya saya juga ada di dalamnya,” tuturnya.

Menurut Maleni, pengalaman melihat hasil karyanya dalam bentuk buku menjadi motivasi besar untuk terus belajar membaca dan menulis serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Ketika karya kami ada dalam buku, kami semakin termotivasi untuk terus berlatih. Kami ingin terus menulis dan menceritakan kisah-kisah kami sebagai peserta didik yang memiliki mimpi dan cita-cita untuk masa depan,” katanya.

Melalui kegiatan pendampingan literasi ini, SMP Negeri Satap Nefotes bersama Forum TBM Kabupaten TTS berharap dapat melahirkan lebih banyak generasi muda yang gemar membaca, terampil menulis, berpikir kritis, serta mampu menghasilkan karya-karya yang menginspirasi dan bermanfaat bagi masyarakat.(Sys/ST).

Most Popular