SOE, TTS – Kabar gembira datang bagi warga Desa Naukae dan Taetimu–Oekese, Desa Hane, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Setelah bertahun-tahun hidup dalam kegelapan dan berulang kali menyuarakan aspirasi, perjuangan mereka akhirnya berbuah hasil. PLN memastikan bahwa dua wilayah tersebut resmi masuk dalam kontrak proyek Listrik Desa (Lisdes) tahun 2025 dan siap dikerjakan pada awal 2026.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Manager PLN ULP Soe, Dedik Prananda, kepada Ketua Pospera TTS, Yerim Yoss Fallo. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Kepala UPPK PLN Kupang, pekerjaan Lisdes untuk Naukae dan Taetimu–Oekese dijadwalkan mulai pada Februari atau Maret 2026.
Informasi ini langsung disambut sukacita oleh masyarakat yang selama ini mengandalkan lampu pelita, lilin, dan genset kecil dalam aktivitas sehari-hari. Ketiadaan listrik telah lama menjadi hambatan bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan.
Ketua Pospera TTS, Yerim Yoss Fallo, menyampaikan apresiasi yang besar kepada PLN karena telah memberikan kepastian setelah proses panjang perjuangan aspirasi yang dilakukan bersama masyarakat.
“Terima kasih PLN karena ada langkah maju dalam proses perjuangan ini. Harapan, perjuangan, dan doa masyarakat yang sudah berulang kali datang ke PLN akhirnya dijawab,” ungkap Yerim.
Ia menegaskan bahwa selama ini warga Naukae dan Taetimu–Oekese telah berkali-kali menuntut kehadiran listrik sebagai kebutuhan dasar, terutama untuk mendukung anak-anak yang harus belajar di malam hari. Dengan masuknya proyek Lisdes tahun ini, Yerim menyebut bahwa tahun 2026 akan menjadi awal baru bagi masyarakat.
“Anak-anak mereka tidak akan belajar dengan lampu pelita lagi. PLN hadir membawa penerangan untuk masa depan mereka,” tambah Yerim.
Selama beberapa bulan terakhir, Pospera TTS bersama warga telah menggelar berbagai pertemuan, audiensi, dan mendatangi kantor PLN untuk meminta kepastian. Jawaban resmi ini menjadi titik terang sekaligus bukti bahwa perjuangan kolektif masyarakat tidak sia-sia.
PLN ULP Soe memastikan akan mengawal proses pengerjaan agar berjalan sesuai jadwal, sehingga listrik benar-benar dapat menyala pada tahun 2026 sesuai harapan masyarakat. (Sys/ST)

