spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

ASITA NTT Bidik Kupang Jadi Pintu Masuk Baru Wisman

KUPANG – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Kupang sebagai pintu masuk utama pariwisata NTT melalui kolaborasi aktif dengan jejaring travel agent internasional.

“ASITA NTT siap berkontribusi untuk ikut meningkatkan kunjungan wisman melalui promosi pariwisata dengan jejaring travel agent internasional,” kata Ketua ASITA NTT, Oyan Kristian, di Kupang, Jumat (27/2).

Ia menjelaskan, dalam satu dekade terakhir fokus pariwisata NTT lebih banyak tertuju ke Labuan Bajo. Akibatnya, Kota Kupang dan sejumlah daerah lain belum mendapat perhatian maksimal dalam arus promosi destinasi.

Menurut Oyan, momentum pembukaan rute internasional Darwin–Kupang harus dimanfaatkan untuk mengembalikan posisi Kupang sebagai salah satu pintu masuk strategis ke NTT.

“Kupang harus kembali menjadi salah satu pintu masuk NTT, terutama seiring rencana pembukaan rute internasional Darwin-Kupang,” ujarnya.

Selain itu, Labuan Bajo mulai menghadapi tantangan over-tourism sehingga diperlukan alternatif pintu masuk baru guna pemerataan kunjungan wisatawan. Kupang dinilai memiliki keunggulan dari sisi konektivitas penerbangan harian ke berbagai wilayah di NTT.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Kupang, jumlah kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai 291.803 orang, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat 270.161 orang.

Oyan menegaskan peran travel agent sangat krusial dalam memasarkan destinasi. Strategi ASITA NTT difokuskan pada promosi business-to-business (B2B) melalui jaringan agen perjalanan, bukan sekadar penyebaran materi promosi.

“Travel agent yang menjual produk ke klien internasional. Jadi promosi harus terstruktur dan profesional,” katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (24/2), Kota Kupang menerima kunjungan sekitar 600 wisman dari kapal pesiar MS Riviera Oceania yang bersandar di Pelabuhan Tenau Kupang. Kunjungan tersebut difasilitasi travel agent anggota ASITA NTT dan menjadi momentum penguatan promosi lintas sektor.

Ia menambahkan, pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur dan regulasi pendukung, sementara ASITA bertugas memasarkan destinasi secara profesional.

Menurutnya, wisata alam belum menjadi unggulan utama Kupang sehingga perlu penguatan pada sektor event wisata kreatif, atraksi budaya, serta pengembangan destinasi berbasis Meeting, Incentive, Convention, Event (MICE).

“Dengan fasilitas hotel yang ada, ASITA bisa mendorong banyak event berskala nasional, termasuk pertemuan profesional seperti persatuan dokter se-Indonesia,” ujarnya.

ASITA NTT juga berencana menggelar sarasehan pariwisata pada awal Maret 2026 di Kota Kupang bersama pemimpin daerah dan pemangku kepentingan guna membahas strategi pengembangan pariwisata NTT secara lebih komprehensif. (ant/KS)

Most Popular