SOE, TTS – Hingga September 2025, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) belum juga menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Kondisi ini membuat banyak ASN mengeluh karena harus menutup kebutuhan hidup dengan cara berutang.
“TPP ini kita boleh harap, tapi sampai sekarang belum juga dibayar. Entah kapan baru cair,” keluh seorang ASN di Dinas Peternakan.
Hal serupa diungkapkan ASN di Dinas Perhubungan.
“Kakak, beta terpaksa pinjam uang karena TPP belum cair. Anak mau pergi sekolah ke Jakarta, tapi tidak ada uang untuk beli tiket, jadi beta cari pinjaman. Sonde (tidak) tahu kapan pemda bayar TPP. Kita hanya bisa tunggu sa,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) TTS, Seperius Edison Sipa, yang dikonfirmasi membenarkan keterlambatan pembayaran TPP ASN. Menurutnya, hal ini terjadi karena masih ada perbaikan data yang harus diselesaikan sebelum diajukan kembali ke Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemendagri untuk mendapatkan rekomendasi.
“Ada catatan perbaikan dari Irjen Kemendagri dan saat ini sedang dilakukan perbaikan data. Kalau sudah selesai, kita kirim kembali dan setelah rekomendasi keluar, barulah TPP bisa dibayarkan,” jelas Sipa.
Mengenai mekanisme pembayaran, Sipa menyebut bisa dilakukan secara bertahap.
“Apakah nanti dibayar dua bulan dulu atau sekaligus empat bulan, kita lihat kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah ada kemungkinan penambahan anggaran dalam perubahan APBD agar TPP ASN dibayarkan penuh 12 bulan, Sipa belum bisa memastikan.
“Nanti kita lihat sesuai anggaran yang tersedia,” pungkasnya. (Sys/ST)

