KUPANG – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBP NTT) mendorong pelestarian bahasa daerah melalui kemah penulisan cerita pendek (cerpen) yang melibatkan siswa SD dan SMP dari enam kabupaten. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (18/11/2025) ini menjadi bagian dari program revitalisasi sembilan bahasa daerah di NTT.
Ketua Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra BBP NTT, Pangkul Ferdinandus, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan melatih siswa agar lebih terampil menulis cerpen sekaligus memperkaya kreativitas mereka dalam menggunakan bahasa daerah. Pelatihan ini juga menjadi media penguatan program tunas bahasa ibu agar generasi muda tetap mengasah kemampuan berbahasa daerah, baik secara lisan maupun tulisan.
Menurut Pangkul, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengembangkan bakat menulis dan menumbuhkan iklim literasi di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Peserta kegiatan berasal dari enam kabupaten: Sumba Tengah, Rote Ndao, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Alor, dan Manggarai Barat, dengan total 20 siswa dan 20 pendamping dari unsur guru dan dinas pendidikan.
Hasil karya cerpen dalam bahasa daerah maupun bahasa Indonesia akan dibukukan dan didistribusikan kembali ke sekolah-sekolah asal peserta sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pelestarian bahasa lokal.
Kepala BBP NTT, Ralph Budhiono, menyampaikan bahwa program ini telah berjalan sejak 2022 dan kini memasuki tahun keempat. Ia menegaskan bahwa NTT merupakan provinsi dengan bahasa daerah terbanyak ketiga di Indonesia, yakni 72 dari total 718 bahasa daerah secara nasional, sehingga upaya pelestarian harus dilakukan secara berkelanjutan.
Ralph berharap seluruh peserta mengikuti kemah penulisan ini dengan sungguh-sungguh, karena mereka mendapat pendampingan langsung dari sembilan penulis sastra berpengalaman di NTT.
Ia menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah sejatinya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, sementara BBP NTT bertindak sebagai pemantik agar kabupaten dan kota bergerak melindungi serta memberdayakan bahasa ibu masing-masing. (ant/ST)

