spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Baru Seumur Jagung, Bumdes Boniun TTS Sudah Panen Ratusan Telur per Hari

SOE, TTS — Meski baru mulai beroperasi sejak November 2025, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Boniun di Desa Enonabuasa, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sudah menunjukkan kinerja yang menjanjikan melalui usaha peternakan ayam petelur.

Bumdes Boniun yang diketuai Adonias Kase saat ini mengelola 313 ekor ayam petelur. Dari jumlah tersebut, ratusan butir telur dihasilkan setiap hari dan selalu habis terjual, baik kepada warga desa setempat maupun pembeli dari luar desa, termasuk Kota Soe.

“Usaha ini memang baru kami mulai, tetapi prospeknya sangat bagus ke depan, apalagi kalau dikembangkan dalam jumlah yang lebih besar,” ujar Adonias, Sabtu (24/1/2026).

Ia mengungkapkan, meskipun hasil produksi cukup menjanjikan, pengelolaan usaha peternakan ayam petelur tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan. Kendala utama yang dihadapi antara lain sulitnya memperoleh pakan ternak, keterbatasan ketersediaan air, serta kondisi tempat tinggal di sekitar kandang yang belum layak.

“Saya standby dekat kandang. Rumah yang saya tempati bocor saat hujan dan belum punya pintu, tapi saya tetap di sini untuk mengurus ayam-ayam,” ungkapnya.

Saat ini, hasil produksi telur Bumdes Boniun telah dipasarkan hingga ke Kota Soe. Selain itu, warga Desa Enonabuasa juga membeli telur untuk kebutuhan konsumsi maupun untuk dijual kembali. Tingginya permintaan bahkan membuat pihak Bumdes terpaksa menolak sebagian pesanan.

“Pemasaran ke Soe saja ada yang saya tolak. Harga telur grade B Rp2.000 per butir, atau sekitar Rp60.000 per piring. Untuk bulan Desember saja, pendapatan bisa mencapai sekitar Rp16 juta,” jelas Adonias.

Melihat potensi tersebut, Adonias berharap adanya dukungan dari pemerintah desa agar usaha ayam petelur Bumdes Boniun dapat terus berkembang dan ke depan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Desa (PADes).

Sementara itu, salah seorang warga sekaligus pembeli telur produksi Bumdes Boniun, Lukas Toislaka, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan usaha desa tersebut. Menurutnya, warga kini tidak perlu lagi pergi jauh ke Kota Soe untuk membeli telur.

“Secara ekonomi kami lebih hemat karena tidak perlu keluar biaya transportasi dan tidak buang waktu. Saya biasanya beli untuk dijual lagi,” kata Lukas.

Ia mengapresiasi kerja keras pengurus Bumdes Boniun dan berharap usaha peternakan ayam petelur ini terus berjalan dan berkembang demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Enonabuasa. (sys/ST)

Most Popular