spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Belu Jadi Titik Awal Pawai Obor Perdamaian GMIT 2026 Menuju Titik Nol Rote

ATAMBUA – Bupati Willybrodus Lay menerima kunjungan Ketua Klasis GMIT Belu, Para Mengi Uly, di ruang kerja Bupati Belu, Rabu (25/3/2026). Pertemuan tersebut membahas agenda besar pelaksanaan Pawai Obor Perdamaian GMIT yang direncanakan berlangsung pada 28 April 2026.

Kegiatan tersebut akan dimulai dari Kabupaten Belu yang berada di perbatasan Indonesia–Timor Leste dan berakhir di titik nol kilometer Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Bupati Willybrodus Lay menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Belu terhadap pelaksanaan Pawai Obor Perdamaian tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki makna penting dalam menyampaikan pesan perdamaian, kebersamaan, serta semangat perayaan Paskah.

“Pemerintah Kabupaten Belu menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini karena mencerminkan semangat toleransi dari wilayah perbatasan Indonesia,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tetap yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama.

Sementara itu, Ketua Klasis GMIT Belu, Pendeta Para Mengi Uly menjelaskan bahwa Pawai Obor Perdamaian 2026 akan dimulai dari Gereja Anugerah di Kota Atambua.

Pada kegiatan pembukaan akan dilakukan pembacaan seruan damai serta penyalaan obor perdamaian. Selanjutnya obor akan diarak mengelilingi Kota Atambua sebelum diberangkatkan menuju Kabupaten Timor Tengah Utara sebagai bagian dari perjalanan menuju titik akhir di Pulau Rote.

“Pada tanggal 28 April nanti kita akan start dari Gereja Anugerah dengan beberapa rangkaian acara, yakni pembacaan seruan damai dan penyalaan obor perdamaian. Obor tersebut kemudian diarak mengelilingi Kota Atambua sebelum diberangkatkan menuju Kabupaten TTU,” jelasnya.

Ia menambahkan, pawai ini merupakan simbol perdamaian dan semangat kekeluargaan antarumat beragama serta mencerminkan kuatnya nilai toleransi di wilayah NTT yang dimulai dari Kabupaten Belu sebagai daerah perbatasan.

Dalam kesempatan yang sama, Pendeta Para Mengi juga menyampaikan rencana pelaksanaan Pawai Paskah 2026 yang akan digelar pada 10 April mendatang di Kota Atambua.

Kegiatan tersebut akan melibatkan 10 gereja GMIT, GBI, serta empat organisasi orang muda katolik dari Paroki Katedral, Tukuneno, Fatubenao, dan Umanen. Pawai akan dimulai dari Mal Pelayanan Publik dan mengelilingi Kota Atambua.

“Terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Belu. Semoga Tuhan selalu menyertai Bapak Bupati bersama seluruh perangkatnya dalam tugas melayani masyarakat,” tutupnya.(Sys/ST).

Most Popular