spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BNN dan Disdikbud NTT Integrasikan Kurikulum Anti Narkoba di Sekolah

KUPANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong penerapan kurikulum anti narkoba pada jenjang pendidikan SMA/SMK/sederajat. Langkah ini merupakan strategi memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pendidikan.

Plt. Kepala BNN Provinsi NTT, Dominikus Tupen Sabon, menjelaskan pendidikan anti narkoba yang diintegrasikan dalam kurikulum sekolah sangat penting untuk membekali pendidik dan pelajar dengan pengetahuan komprehensif terkait bahaya narkoba. “Dengan begitu, kita berharap dapat mewujudkan generasi bangsa yang bersih dari narkoba (bersinar),” ujarnya, Rabu (27/8).

Dominikus menambahkan, kolaborasi dengan Disdikbud NTT menjadi bagian dari upaya sistematis dan komprehensif dalam memperkuat peran lembaga pendidikan dalam P4GN. Ia menekankan pentingnya Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum mendapat pelatihan khusus mengenai penyusunan program pembelajaran berbasis nilai pencegahan narkoba.

“Dengan pemahaman konseptual yang kuat, pembekalan teknis, dan peningkatan kapasitas, para Wakasek Kurikulum dapat menjadi ujung tombak penerapan kurikulum anti narkoba di sekolah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud NTT, Ambrosius Kodo, menyatakan dukungannya atas program integrasi tersebut. Menurutnya, sekolah adalah benteng utama dalam membentuk karakter dan ketahanan siswa dari pengaruh buruk, termasuk narkoba. “Kami berharap para Wakasek Kurikulum menjadi motor penggerak dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman,” ucapnya.

Melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek), peserta diajak menyusun rencana aksi untuk penerapan kurikulum anti narkoba di sekolah masing-masing, termasuk pembuatan perangkat pembelajaran dan bahan ajar yang bermuatan pencegahan narkoba. Dengan begitu, sinergi antara BNN dan Disdikbud diharapkan terbangun secara terstruktur, berkelanjutan, dan mampu menciptakan sekolah yang sehat, aman, dan bersinar. (ant?ST)

Editor: Agus S

Most Popular