spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BUMDes Aononi Desa Loli Siap Pasok Buncis untuk Dapur Makanan Bergizi di Soe

POLEN, TTS – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aononi Desa Loli, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menyatakan kesiapan untuk memasok sayur buncis guna memenuhi kebutuhan dapur Makanan Bergizi (MBG) di Kota Soe.

Kesiapan tersebut disampaikan Direktur BUMDes Aononi, Policarpus Billi Bera saat panen perdana buncis di lahan milik BUMDes, Jumat (13/03/2026). Ia menyebut pihaknya bahkan telah menjalin kontrak kerja sama dengan salah satu pengelola dapur MBG di Soe.

“Kami siap menjawab permintaan sayur buncis dari dapur MBG, dan kami juga sudah melakukan kontrak dengan salah satu pihak pengelola dapur MBG di Kota Soe,” ujar Policarpus.

Didampingi Sekretaris BUMDes Aleksander Leokran dan Bendahara Daniel Mally, Policarpus menjelaskan bahwa tanaman buncis jenis maxipro tersebut dikembangkan sejak Januari 2026 di atas lahan seluas satu hektare.

Untuk memastikan ketersediaan hasil panen secara berkelanjutan, sistem penanaman dilakukan secara bertahap dan dibagi dalam tiga blok. Blok pertama ditanami sebanyak 2.200 pohon, blok kedua 3.000 pohon, dan blok ketiga sebanyak 3.300 pohon.

“Dengan sistem tanam bertahap ini, diharapkan panen buncis bisa tersedia terus untuk menjawab kebutuhan pasar,” jelasnya.

Kepala Desa Loli, Yupiter Mella dalam sambutannya mengatakan bahwa pengembangan BUMDes tematik ketahanan pangan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten TTS.

Ia menyebut pemerintah desa mengalokasikan Dana Desa tematik ketahanan pangan sebesar dua persen atau sekitar Rp177,4 juta untuk mendukung program tersebut.

“Anggaran yang dialokasikan harus benar-benar dimanfaatkan secara tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan konsumsi gizi masyarakat desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Polen, Nikson Nubatonis, S.IP mengatakan wilayah Kecamatan Polen pada umumnya memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar untuk pengembangan sektor pertanian.

Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung oleh kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi tersebut secara maksimal agar dapat menjawab kebutuhan pasar.

“Wilayah Polen memiliki potensi besar melalui program kebun, kandang, kolam, dan lingkungan. Namun ini harus didukung SDM yang handal agar mampu menjawab tantangan pasar yang semakin berkembang,” katanya.

Keberhasilan BUMDes Aononi Desa Loli, lanjutnya, tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinas PMD Kabupaten TTS, pemerintah Kecamatan Polen, tim ahli pendamping profesional, Badan Penyuluh Pertanian (BPP), hingga pemerintah desa dan para pendamping desa.

Meski demikian, sejumlah tantangan juga dihadapi dalam proses pengembangan tanaman buncis tersebut, salah satunya faktor perubahan iklim yang menyebabkan tingginya intensitas curah hujan sehingga berpotensi menimbulkan serangan hama.

Namun dengan adanya pendampingan dari BPP Kecamatan Polen, persoalan tersebut dapat diatasi sehingga tanaman tetap tumbuh dengan baik hingga masa panen.

Panen perdana tersebut juga dihadiri Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten TTS Banda Yuliana, Koordinator Kecamatan Polen Nonrentje E. Langaih, Pendamping Lokal Desa Yuliana Sanam, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.

Ke depan, keberhasilan BUMDes Aononi Desa Loli diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang memiliki semangat serupa dalam mengembangkan usaha berbasis ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa. (Sys/ST)

Most Popular