ATAMBUA – Pemerintah Kabupaten Belu menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh pimpinan perangkat daerah yang dipimpin langsung oleh Bupati Belu Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves, didampingi Penjabat Sekda Elly CH. Rambitan, di Ruang Kerja Bupati Belu, Jumat (13/2/2026).
Rakor tersebut difokuskan pada percepatan pengentasan kemiskinan serta penegasan validasi data penerima bantuan sosial agar tepat sasaran. Pemerintah daerah menekankan bahwa seluruh program bantuan wajib berbasis data riil, akurat, dan transparan.
Dalam arahannya, Bupati Willybrodus Lay menegaskan bahwa tidak boleh ada penerima bantuan yang tidak memenuhi kriteria. Ia meminta setiap perangkat daerah memastikan proses verifikasi dan pengecekan data dilakukan secara ketat sebelum bantuan disalurkan.
“Tidak boleh ada penerima yang tidak layak. Data harus valid sehingga program benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain pembahasan data kemiskinan, rakor juga mengevaluasi pelaksanaan program MBG. Saat ini tercatat enam dapur telah beroperasi dengan total 12.000 penerima manfaat, terdiri dari 373 anak TK, 5.311 siswa SD, dan 2.215 siswa SMP.
Pemkab Belu kini melakukan monitoring terhadap sekolah-sekolah yang belum menerima manfaat program tersebut. Pendataan menyeluruh per desa dan kecamatan juga tengah dilakukan untuk memastikan cakupan program semakin merata.
Bupati turut meminta seluruh perangkat daerah bersama para camat bergerak cepat melakukan pendataan kemiskinan, koperasi, serta kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Bahkan, aparatur diminta memanfaatkan hari libur untuk mempercepat proses pengumpulan data yang akurat dan komprehensif.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Belu menegaskan komitmen kerja nyata dengan mengedepankan validitas data dan ketepatan sasaran bantuan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Sys/ST)

