spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Kupang Dorong Kolaborasi Gereja dan Pemerintah di Sidang Klasis Amabi Oefeto Timur

KUPANG – Bupati Kupang, Yosef Lede, menghadiri pembukaan Sidang Majelis Klasis Amabi Oefeto Timur ke-7 yang dirangkaikan dengan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 GMIT Bethania Kuanfeu, di Gedung Kebaktian Jemaat Bethania Kuanfeu, Desa Oeniko, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Minggu (15/02/2026) siang.

Persidangan yang berlangsung selama tiga hari, 15–18 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi gereja dalam merumuskan dan menetapkan program-program strategis pelayanan tahun 2026.

Dalam sambutannya, Yosef Lede menyampaikan rasa syukur atas kesempatan menghadiri pembukaan sidang tersebut. Ia menegaskan bahwa persidangan gereja bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang evaluasi dan perencanaan program pelayanan yang berdampak bagi jemaat dan masyarakat luas.

“Kita bersyukur hari ini bersama Majelis Klasis Amabi Oefeto Timur dan seluruh jemaat dalam pembukaan sidang yang ke-7. Kalau ada persidangan, pasti ada pembahasan program dan hal-hal strategis lainnya,” ujarnya.

Bupati Kupang menjelaskan bahwa hampir seluruh sidang klasis di Kabupaten Kupang tahun ini dihadirinya karena adanya keterkaitan erat antara program pemerintah daerah dan pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan GMIT guna memperkuat kolaborasi dalam bidang pemberdayaan dan pembangunan masyarakat.

Menurutnya, gereja dan pemerintah memiliki tanggung jawab moral yang sama dalam melayani masyarakat. Karena itu, sinergi perlu terus diperkuat agar program-program yang dirancang dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Yosef Lede juga menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai prioritas pembangunan daerah di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Kami terus mencanangkan program ketahanan pangan. Kalau perang datang, uang tidak dipakai. Yang dibutuhkan adalah pangan. Kita bisa bertahan jika ketahanan pangan kita kuat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa arahan Presiden Republik Indonesia terkait penguatan ketahanan pangan kini tengah diimplementasikan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kupang.

Menutup sambutannya, Bupati Kupang menyampaikan selamat bersidang kepada seluruh Majelis Klasis dan jemaat Amabi Oefeto Timur, seraya berharap hasil persidangan mampu melahirkan program-program realistis yang dapat dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Sementara itu, Bendahara Sinode GMIT, Penatua Yefta Sanam, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa gereja tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menyebut kolaborasi, kemitraan, dan kerja sama sebagai landasan utama pelayanan GMIT pada periode saat ini.

“Kita menyadari bahwa apa yang Tuhan percayakan bukan hal yang mudah. Karena itu, manfaatkan waktu persidangan ini untuk mengevaluasi program sebelumnya dan menyusun program yang mampu kita realisasikan,” pesannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan perangkat daerah Kabupaten Kupang, Camat Amabi Oefeto Timur, KMK Amabi Oefeto Timur, para kepala desa se-Kecamatan Amabi Oefeto Timur, serta para pendeta dan majelis jemaat.(Sys/ST).

Most Popular