KUPANG – Bupati Kupang Yosef Lede melakukan panen perdana jagung di lahan milik Pemerintah Desa Silu seluas 5 hektare yang dikelola oleh Karang Taruna setempat, Rabu (11/3/2026).
Panen tersebut menjadi bukti keberhasilan pemanfaatan dana desa untuk program ketahanan pangan di tingkat desa. Dari lahan seluas 5 hektare tersebut diperkirakan menghasilkan rata-rata 8 ton jagung per hektare sehingga total produksi mencapai sekitar 40 ton.
Bupati Yosef Lede mengaku bangga atas inisiatif Pemerintah Desa Silu bersama Karang Taruna yang dinilai mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang dalam memanfaatkan potensi lahan dan dana desa secara produktif.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Pemerintah Desa Silu merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden Republik Indonesia yang menginstruksikan agar 20 persen dana desa dialokasikan untuk program ketahanan pangan.
“Saya sebagai Bupati Kupang menyampaikan terima kasih karena Kepala Desa tidak saja melaksanakan perintah Presiden, tetapi juga memanfaatkan semua faktor, baik sumber daya manusia melalui Karang Taruna maupun potensi lahan dan sumber air untuk menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yosef Lede.
Ia menilai Kepala Desa Silu layak menjadi role model bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang karena berhasil memanfaatkan dana desa secara tepat sasaran dengan hasil nyata yang dirasakan masyarakat.
“Baru pertama kali ada desa di Kabupaten Kupang yang melakukan hal seperti ini. Mereka melaksanakan arahan undang-undang dan perintah Presiden, dan hasilnya sangat baik serta bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, Yosef Lede mengingatkan pemerintah desa dan para pemuda Karang Taruna agar tidak cepat berpuas diri. Ia menilai potensi lahan dan sumber air di Desa Silu masih sangat besar dan dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan produksi pertanian.
Ia juga memastikan Pemerintah Kabupaten Kupang melalui dinas teknis terkait akan memberikan dukungan agar potensi tersebut dapat dikelola lebih optimal.
“Kita melihat situasi dunia saat ini, termasuk konflik di Timur Tengah. Karena itu sesuai arahan Presiden, ketahanan pangan menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat harus memaksimalkan semua potensi lahan yang ada untuk ditanami,” jelasnya.
Bupati Kupang juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait pemasaran hasil panen karena pemerintah melalui Bulog siap membeli hasil produksi petani dengan harga standar nasional.
Sementara itu, Kepala Desa Silu Mikael Takel mengatakan kegiatan pertanian tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kupang terkait pemanfaatan dana desa untuk mendukung ketahanan pangan.
Menurutnya, setelah menerima arahan tersebut, pihak desa bersama Karang Taruna berdiskusi dan memutuskan memanfaatkan lahan tidur milik masyarakat dengan sistem sewa untuk dikelola sebagai lahan pertanian.
“Setelah mendapat arahan dari Bupati Kupang, kami berdiskusi dengan Karang Taruna dan memanfaatkan lahan tidur milik masyarakat untuk dikelola. Dana desa kami gunakan untuk memulai usaha pertanian ini, dan sekarang mulai terlihat hasilnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang Amin Juariah menyampaikan bahwa Bulog akan membeli jagung hasil panen petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dengan kadar air 14 persen.
Turut hadir dalam kegiatan panen perdana tersebut Asisten I Sekda Kabupaten Kupang Guntur Subu Taopan, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, serta Camat Fatuleu. (Sys/ST)

