SOE, TTS – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kembali menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan talenta pemuda gereja. Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, S.Ip., S.H., M.H., secara resmi membuka Festival Musik dan Pameran Kreativitas Pemuda GMIT Klasis SoE yang digelar di halaman Gereja Petra SoE, Rabu (3/12/2025). Gelaran ini berlangsung selama tiga hari dengan tema “Bersinar Dalam Kreativitas dan Harmoni untuk Kemuliaan Yesus Kristus Tuhan Kita.”
Festival tersebut dirancang sebagai ruang pembinaan bagi pemuda GMIT untuk tetap dekat dengan Tuhan sekaligus mengembangkan potensi seni, musik, hingga ekonomi kreatif. Ajang ini diikuti para pemuda dari 28 jemaat, pelaku UMKM, para tokoh gereja, serta ribuan jemaat GMIT yang memenuhi area acara.
Dalam sambutannya, Bupati Eduard menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya Pemuda GMIT Klasis SoE yang berhasil menggagas kegiatan dengan skala besar dan berdampak positif. Ia menegaskan bahwa festival semacam ini harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus berkarya, memupuk kreativitas, dan menjadikannya sebagai identitas diri.
“Kami sangat mengapresiasi upaya Pemuda GMIT Klasis SoE dalam mengembangkan kreativitas dan talenta mereka,” ujar Bupati Eduard. Ia juga menegaskan bahwa ruang seni ini bukan hanya hiburan, tetapi juga simbol bahwa Kota SoE merupakan daerah yang damai, aman, dan terbuka bagi semua.
Bupati turut mengingatkan pentingnya peran pemuda sebagai motor perubahan. Ia menyinggung nilai spiritual Kota SoE yang diyakini sebagai tempat terjadinya mujizat air menjadi anggur, sehingga pemuda harus menjaga martabat dan karakter kota tersebut. “Pemuda GMIT harus bangkit, harus jadi contoh perubahan. Kita jaga kota ini, karena mujizat Tuhan Yesus pernah terjadi di kota ini,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Eduard berharap festival ini tidak hanya menjadi agenda gereja, tetapi berkembang menjadi kalender budaya dan wisata rohani Kabupaten TTS. Ia menilai kegiatan ini memiliki potensi besar menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Harapan kita, festival musik gereja ini benar-benar menjadi milik masyarakat dan berdampak bagi kemajuan daerah, termasuk peningkatan wisata rohani dan investasi pariwisata,” ujarnya.
Ketua Klasis SoE, Pdt. Ketlyn Biaf Radja, juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab TTS serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa setiap pemuda memiliki talenta dari Tuhan, dan festival ini menjadi wadah untuk mengembangkan serta menyalurkan talenta tersebut. “Melalui festival ini, kami ingin mendorong pemuda menyadari bahwa semua punya talenta dari Tuhan — tinggal bagaimana kita mengembangkannya,” ujarnya.
Festival Musik dan Pameran Kreativitas Pemuda GMIT Klasis SoE diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi pembinaan generasi muda, ekonomi kreatif, dan pariwisata rohani di Kabupaten TTS. (Sys/ST)

