JAKARTA – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Eduard Markus Lioe melakukan kunjungan dan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta, Senin (9/3/2026), guna mencari solusi penanganan banjir yang kerap melanda Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan (OP) Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum. Dalam kunjungan tersebut, Bupati TTS didampingi rombongan yang terdiri dari Kepala Dinas PUPR, Kepala Bidang SDA, Kepala Bidang Obyek Pengembangan, serta Kasatker dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II.
Kunjungan tersebut merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten TTS dalam memperjuangkan penanganan banjir yang selama ini mengancam wilayah Desa Linamnutu.
Bupati Eduard Markus Lioe menjelaskan bahwa banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut telah menimbulkan dampak cukup besar terhadap lahan pertanian, persawahan, serta permukiman warga.
“Banjir yang terjadi selama ini sangat berdampak pada lahan pertanian, persawahan, serta pemukiman masyarakat. Kondisi ini tentu mempengaruhi kesejahteraan dan produktivitas warga,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati TTS juga memaparkan secara rinci kondisi lapangan serta usulan penanganan banjir kepada pihak Direktorat Jenderal SDA. Usulan tersebut mendapat respons positif dari pihak kementerian.
Berdasarkan hasil koordinasi, penanganan banjir di Desa Linamnutu akan segera dilaksanakan oleh BBWS Nusa Tenggara II dengan target penyelesaian secepat mungkin sesuai prosedur dan standar teknis yang berlaku.
Bupati Eduard Markus Lioe berharap penanganan banjir tersebut dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kerugian akibat bencana yang terus berulang setiap musim hujan.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta berbagai instansi terkait dalam menangani persoalan sumber daya air dan bencana alam di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Selain itu, pemerintah berharap setelah penanganan dilakukan akan ada upaya pemeliharaan dan pengelolaan secara berkelanjutan guna mencegah terjadinya banjir di masa mendatang.
Dengan adanya langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih tenang menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan produktivitas usaha pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian warga.
“Semoga langkah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Timor Tengah Selatan,” pungkasnya. (Sys/ST)

