KUPANG – Bupati Kabupaten Kupang, Yosef Lede, mendorong agar pelayaran feri rute Kupang–Semau dapat beroperasi rutin setiap hari dengan jadwal pagi dan sore. Langkah ini dinilai krusial untuk membuka isolasi akses, mempercepat pembangunan, serta mengakselerasi sektor pariwisata dan ekonomi di Pulau Semau.
Dorongan tersebut disampaikan saat Bupati Yosef bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan audiensi strategis dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kupang di Tenau, Selasa (24/2/2026).
Pertemuan itu difokuskan pada peningkatan pelayanan transportasi penyeberangan. Saat ini, kapal feri dinilai belum optimal karena hanya beroperasi pada pagi hari dan belum berjalan rutin setiap hari.
“Kita harapkan feri dapat berlayar setiap hari dengan jadwal pagi dan sore. Akses transportasi yang baik menjadi kunci kesejahteraan masyarakat, pemasaran hasil bumi, dan kelancaran kunjungan wisatawan,” tegas Yosef.
Audiensi turut melibatkan PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebagai operator transportasi laut. Pemerintah Kabupaten Kupang berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu memperkuat konektivitas antarwilayah.
Di sisi lain, Pemkab Kupang tengah mempercepat pengembangan sektor pariwisata di Pulau Semau. Salah satu program prioritas adalah pembangunan patung Kristus sebagai destinasi wisata religi, serta pengembangan Pantai Liman menjadi kawasan wisata premium.
Yosef mengungkapkan, pembersihan lokasi pembangunan patung Kristus segera dimulai. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian BUMN untuk mengusulkan pembangunan hotel BUMN di kawasan Pantai Liman guna mendukung geliat pariwisata.
“Mulai bulan depan mobilitas pengangkutan bahan bangunan akan meningkat. Karena itu dukungan ASDP sangat dibutuhkan agar pembangunan berjalan lancar,” ujarnya.
Selain jadwal kapal, Pemkab Kupang juga mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan parkir pelabuhan untuk pengelolaan kendaraan pengangkut material. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak kendaraan.
Kepala KSOP Kupang, Simon B. Baon, menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Ia menilai pembangunan patung Kristus di Semau memiliki potensi besar untuk mendorong wisata religi sekaligus pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami siap berkoordinasi dengan ASDP untuk menyusun jadwal penyeberangan yang lebih teratur,” katanya.
Dalam pertemuan itu juga dipaparkan rencana pembangunan Pelabuhan Sulamu senilai sekitar Rp52 miliar yang ditargetkan pada 2027. Namun proyek tersebut masih terkendala pembebasan lahan sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk Dinas Perhubungan.
Selain itu, potensi pengangkutan bahan galian seperti pasir dari Takari serta distribusi ternak menuju Sulamu turut dibahas sebagai upaya meningkatkan aktivitas ekonomi dan PAD daerah.
Audiensi tersebut dihadiri Wakil Kepala ASDP Kupang, Kepala Pelni Kupang Teguh Hari Setiadi, pejabat struktural ASDP, pimpinan OPD Kabupaten Kupang, Camat Semau dan Semau Selatan, serta para kepala desa se-Kecamatan Semau. (Sys/ST)

