spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Disperindag TTU Salurkan Bantuan Benang dan Peralatan Dapur untuk 63 Kelompok Tenun Ikat

KEFAMENANU — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali memperkuat dukungan terhadap keberlanjutan industri tenun ikat lokal. Setelah sebelumnya menggelar pelatihan pencelupan benang alami, Disperindag kini menyalurkan bantuan benang dan peralatan dapur kepada kelompok-kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) tenun ikat.

Plt. Kepala Disperindag TTU, Quido Kolo, S.T., M.Eng, mengatakan bantuan ini dirancang sebagai langkah holistik untuk meningkatkan produktivitas penenun sekaligus mengurangi beban kebutuhan rumah tangga. Menurutnya, dukungan pemerintah tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menyasar seluruh ekosistem produksi hingga kesejahteraan keluarga pengrajin.

“Pendekatan ini holistik. Kami tidak hanya mendukung produksi, tetapi juga kualitas hidup keluarga penenun,” tegas Quido.

Bantuan benang diberikan kepada 50 kelompok IKM tenun ikat, baik peserta pelatihan maupun yang belum mengikuti. Sementara itu, bantuan peralatan dapur seperti tacu, bokor besar dan sedang, ember, gayung, saringan, sutel, dan perlengkapan lainnya disalurkan khusus kepada 13 kelompok IKM peserta pelatihan dari enam kecamatan.

Disperindag menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas tenun—terutama yang menggunakan pewarna alami—serta mendorong kemandirian ekonomi perempuan yang merupakan mayoritas penenun di TTU. Dukungan peralatan rumah tangga diberikan untuk meringankan beban biaya harian, sehingga penenun dapat lebih fokus berkarya.

Quido juga mendorong para penerima manfaat agar mengembangkan keterampilan hasil pelatihan, menjaga mutu dan keaslian motif, serta memperkuat solidaritas kelompok dalam memperluas akses pasar. Ia mengapresiasi dukungan Ketua Komisi II DPRD TTU Yasintus Usfal, anggota DPRD TTU Hilarius Ato, dan anggota DPR RI dari Komisi II yang ikut mendorong terlaksananya program ini.

“Sinergi pemerintah dan para pemangku kepentingan sangat penting untuk memajukan sektor IKM tekstil tradisional di TTU,” tambahnya.

Program bantuan benang dan peralatan dapur ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Pemkab TTU untuk memperkuat produksi tenun ikat, menjaga kualitas, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga penenun. Harapannya, industri tenun ikat semakin berkembang sebagai identitas budaya sekaligus sumber ekonomi yang kokoh bagi masyarakat. (Sys/ST)

Most Popular