JAKARTA – Duka mendalam menyelimuti masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua putra daerah yang bekerja sebagai debt collector Mata Elang Yanto Tanu dan Miklon Tanone dilaporkan meninggal dunia usai menjadi korban pengeroyokan brutal di Jakarta. Kedua jenazah dijadwalkan diterbangkan ke Kupang pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Peristiwa tragis ini bermula saat kedua korban mendatangi seorang nasabah yang menunggak pembayaran. Namun, situasi berubah mencekam ketika tiba-tiba sekelompok orang datang dan melakukan pengeroyokan secara brutal terhadap keduanya.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicholas Ary Lilipaly, menjelaskan bahwa satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat luka berat yang dideritanya.
“Benar, dua korban meninggal dunia. Satu di tempat kejadian, satu lainnya di rumah sakit,” ujar Kapolres dalam keterangan resmi.
Kabar duka ini mengguncang keluarga besar dan komunitas persaudaraan Timur di perantauan. Mereka menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap para pelaku pengeroyokan.
Hingga kini, pihak keluarga dan rekan-rekan korban terus memantau perkembangan penanganan perkara, berharap keadilan dapat ditegakkan atas tragedi yang merenggut nyawa dua anak bangsa tersebut.
“Kami berharap proses hukum berjalan transparan dan para pelaku dihukum setimpal,” ungkap salah satu perwakilan keluarga.
Tragedi ini menjadi luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat NTT yang kehilangan dua saudara terbaiknya di tanah rantau. Doa dan dukungan terus mengalir agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan berat ini. (Sys/ST)

